Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Brimob Dikerahkan Percepat Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Polri mengerahkan personel Brimob dari berbagai daerah, termasuk Lampung, untuk bantu pemadaman karhutla di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah dengan dukungan kendaraan operasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 23.26 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 81x dibuka
Brimob Dikerahkan Percepat Pemadaman Karhutla di Sumatera dan Kalimantan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polri memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan personel Brimob dari berbagai wilayah, termasuk Satuan Brimob Polda Lampung yang mengirimkan enam anggota beserta dua unit kendaraan Armored Water Cannon (AWC) ke Sumatera Selatan. Pengiriman ini dilakukan sebagai bagian dari tugas bantuan kendali operasi (BKO) untuk mendukung penanganan darurat di wilayah yang mengalami kondisi kebakaran intensif.

Sebelumnya, pada 15 Oktober, sebanyak 200 personel Brimob dari Pasukan Brimob I Korbrimob Polri telah diterjunkan ke Sumatera Selatan. Sementara itu, pada 16 Oktober, Polda Nusa Tenggara Barat mengirimkan 200 personel Brimob untuk mendukung operasi pemadaman di Kalimantan Tengah. Penempatan ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan lapangan dan kondisi geografis yang mendukung penyebaran sumber daya secara efektif.

Kendaraan AWC yang dikirimkan dari Lampung berfungsi sebagai sarana operasional utama dalam pemadaman, dengan empat operator dan dua pengemudi yang telah dilatih khusus. Peran kendaraan ini penting dalam mengatasi titik api yang sulit dijangkau secara manual, terutama di area rawa dan lahan gambut yang rentan terbakar. Dukungan sarana dan peralatan ini diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman dan mencegah perluasan area terbakar.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa penempatan personel dan sarana dilakukan secara selektif sesuai kebutuhan lapangan. Upaya ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalkan dampak negatif karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat. Koordinasi lintas satuan dan partisipasi masyarakat diharapkan menjadi kunci dalam deteksi dini dan penanganan cepat.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sebagai cara membuka areal, serta segera melaporkan adanya titik api kepada petugas. Kolaborasi antarinstansi dan kesadaran masyarakat dinilai krusial dalam mencegah kebakaran berulang dan menjaga kelestarian ekosistem.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya