Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BSSN Ukir Langkah Strategis dengan Kukuhkan 59 Tim Tanggap Siber

BSSN resmi mengukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber di lingkungan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan siber nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 15.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BSSN Ukir Langkah Strategis dengan Kukuhkan 59 Tim Tanggap Siber📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara resmi mengukuhkan 59 Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di berbagai instansi pemerintah, termasuk kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah. Pengukuhan dilakukan di kantor BSSN, Depok, sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat sistem pertahanan siber di sektor publik. Setiap TTIS akan berperan aktif dalam mendeteksi ancaman siber, menanggapi insiden secara cepat, serta memulihkan layanan yang terganggu demi menjaga kelangsungan operasional pemerintahan digital.

Komposisi TTIS yang dikukuhkan mencakup 13 unit dari kementerian dan lembaga, 37 unit dari pemerintah daerah, 7 unit di sektor kesehatan, serta 2 unit di bidang pendidikan. Penyebaran ini menunjukkan komitmen menyeluruh dalam melindungi infrastruktur kritis yang menjadi tulang punggung pelayanan publik. Kehadiran TTIS di berbagai sektor diharapkan mampu mempercepat respons terhadap serangan siber, mengurangi dampak operasional, dan menjamin keamanan data masyarakat.

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan bahwa pembentukan TTIS merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap instansi memiliki kapasitas tanggap terhadap ancaman siber. Ia menekankan bahwa keamanan siber dan persandian bukan sekadar aspek teknis, melainkan fondasi utama dalam transformasi digital nasional. “Pemerintahan digital harus dibangun dengan keamanan, keandalan, dan dampak nyata bagi rakyat,” tegasnya dalam sambutannya.

Dengan kehadiran TTIS yang tersebar secara merata, BSSN menargetkan peningkatan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang dan semakin canggih. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah dapat terus terjaga di tengah dinamika ancaman dunia maya yang kian kompleks.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya