Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BTS dan Stray Kids Boykot Grammy 2027 Akibat Kategori Baru

Grup K-pop BTS dan Stray Kids memilih tidak mendaftarkan karya mereka ke Grammy Awards 2027 sebagai respons terhadap kategori baru yang dinilai diskriminatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 21.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
BTS dan Stray Kids Boykot Grammy 2027 Akibat Kategori Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BTS secara resmi menyatakan tidak akan mengusulkan karyanya untuk dipertimbangkan dalam nominasi Grammy 2027. Keputusan ini diumumkan melalui saluran media sosial pada 29 Juli 2027, disertai pernyataan tegas bahwa musik harus dinilai berdasarkan kualitas, bukan batas geografis atau bahasa. Mereka menekankan pentingnya kebebasan ekspresi artistik tanpa dikotak-kotakkan oleh klasifikasi yang dianggap membatasi.

Langkah serupa diikuti oleh Stray Kids, yang dikonfirmasi oleh agensi JYP Entertainment pada 5 Oktober 2027. Grup ini menyatakan secara tegas tidak akan mendaftarkan karya mereka untuk ajang penghargaan musik paling bergengsi di dunia. Keputusan ini muncul setelah Recording Academy memutuskan mempertahankan kategori Best Asian Pop Music Performance, meskipun sempat menuai kritik tajam atas kebijakan pengelompokan musik berdasarkan wilayah Asia.

BTS memiliki rekam jejak panjang di Grammy, menjadi grup K-pop pertama yang masuk nominasi pada 2021 lewat lagu *Dynamite*. Mereka kembali masuk nominasi pada 2022 dengan *Butter*, dan mencatatkan tiga nominasi di tahun 2023, termasuk Album of the Year bersama Coldplay. Secara keseluruhan, mereka telah meraih lima nominasi dalam tiga periode berbeda, menunjukkan pengaruh global yang signifikan.

Stray Kids juga berada dalam posisi strategis dalam perkembangan musik global, dengan sembilan kali memuncaki tangga album Billboard 200 — pencapaian terbanyak kedua untuk grup dalam sejarah, setelah The Beatles. Semua anggota mereka juga memiliki hak suara sebagai anggota Recording Academy, menunjukkan keterlibatan mendalam dalam proses penghargaan. Namun, kehadiran kategori khusus Asia dinilai justru memperkuat klasifikasi yang memisahkan musisi Asia dari persaingan utama.

Kritik terhadap kategori baru muncul karena dianggap mengabaikan dinamika globalisasi musik, terutama mengingat dominasi K-pop di pasar internasional. Dalam wawancara, Hongjoong dari ATEEZ menyatakan paham terhadap keputusan BTS, meski tidak secara eksplisit mendukung, dengan mengakui bahwa kebijakan semacam itu bisa menimbulkan ketidakadilan dalam pengakuan artistik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya