Buku Sally Rooney Dilarang di Inggris karena Dukungan ke Palestina
Novel-novel Sally Rooney ditarik dari pasar Inggris setelah penulis menyatakan akan menyalurkan royalti ke kelompok pro-Palestina yang dilarang pemerintah.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 17x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Penerbit Faber & Faber mengumumkan penarikan semua karya Sally Rooney dari distribusi di Inggris, menyusul keputusan sang penulis untuk mengalihkan pendapatan royalti dari penjualan buku ke Palestine Action. Organisasi yang kini dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah Inggris, menjadi pusat kontroversi setelah aksi demonstrasi dan penyegelan fasilitas militer yang dilakukan pada Juli 2025. Keputusan ini muncul sebagai akibat dari Undang-Undang Antiterorisme yang melarang aliran dana ke entitas yang dianggap berbahaya, termasuk melalui mekanisme karya sastra.
Penyelenggara penerbit menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Rooney, yang secara sadar mengambil risiko atas tindakannya. Meski penjualan di wilayah lain tetap berjalan normal, distribusi di Inggris dihentikan secara total, termasuk dalam bentuk cetak maupun digital. Pihak penerbit menyayangkan kondisi yang memaksa mereka menahan pendapatan dari penulis yang sangat diminati, menilai langkah tersebut tidak logis dan merugikan kedua belah pihak.
Rooney sendiri telah menyampaikan kesaksiannya secara tertulis ke Pengadilan Tinggi London sebagai bagian dari upaya hukum menentang pelarangan Palestine Action. Ia menegaskan komitmennya terhadap kebebasan berekspresi dan keterbukaan dalam menyampaikan keyakinan politik. “Saya telah berusaha penuh untuk transparan terhadap publik, dan saya siap menghadapi semua konsekuensinya,” tegasnya, menunjukkan kesadaran penuh terhadap dampak yang ditimbulkan.
Respons dari dunia seni dan budaya segera muncul. Bintang serial *Normal People*, Paul Mescal dan Daisy Edgar-Jones, menandatangani surat terbuka yang mengecam pelarangan tersebut sebagai bentuk penyensoran yang tidak proporsional. Mereka menekankan bahwa menulis dan membaca adalah hak dasar, dan menolak anggapan bahwa mendukung gerakan sosial sama dengan mendukung terorisme. Surat itu juga menyerukan revisi aturan yang dianggap melampaui batas dalam melindungi kebebasan berpendapat.
Di tengah kontroversi, data penjualan menunjukkan dampak signifikan terhadap industri literasi. *Normal People* telah terjual lebih dari satu juta eksemplar di Inggris, sementara *Conversations With Friends* dan *Beautiful World, Where Are You* masing-masing mencapai lebih dari 500 ribu kopi. Penarikan karya Rooney tidak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan pembaca, tetapi juga memicu debat luas tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan kebebasan ekspresi dalam masyarakat demokratis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026

Larangan HP di Kelas Dorong Fokus dan Peningkatan Prestasi
Studi besar di India menunjukkan pelarangan penggunaan ponsel selama kelas meningkatkan fokus belajar dan hasil akademik mahasiswa, terutama bagi yang awalnya berprestasi rendah.
24 Oktober 2026

TBLA Bantah Kaitan dengan Kebakaran Lahan Melalui PML
TBLA menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan lahan atau kegiatan usaha PML, meski terdapat hubungan transaksi suku cadang dan kesamaan pemegang saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA


