Bupati Buton Dorong Akses Keuangan untuk Masyarakat
Bupati Buton menegaskan komitmen memperluas akses keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan lembaga keuangan dan program inklusi keuangan daerah.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 Alvin Akawijaya Putra, Bupati Buton (Wikimedia Commons)Kendari, ıNarasikita - Bupati Buton secara resmi menyatakan tekad untuk memperluas akses keuangan masyarakat di wilayahnya, dengan menekankan pentingnya inklusi keuangan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Ia menilai akses terhadap layanan keuangan yang merata dapat mendorong kemandirian ekonomi dan menekan angka kemiskinan di daerah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mewujudkan visi ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih terbuka. Ia menyebut bahwa program pelatihan literasi keuangan dan pemberian akses kredit mikro akan menjadi fokus utama dalam dua tahun ke depan. Tujuannya adalah menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang selama ini kesulitan mengakses layanan perbankan formal.
Upaya ini juga didukung oleh rencana peningkatan infrastruktur digital di wilayah kabupaten, yang diharapkan dapat mendukung transaksi keuangan non-tunai dan meningkatkan efisiensi layanan. Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program akan diukur dari jumlah pelaku usaha mikro yang mampu mengakses kredit dan membangun usaha secara berkelanjutan. Kebijakan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dari bawah.
Dengan komitmen yang tegas, pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks inklusi keuangan sebesar 15 persen dalam tiga tahun ke depan. Langkah ini juga sejalan dengan arahan nasional terkait penguatan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan keuangan inklusif. Bupati menegaskan bahwa setiap warga Buton harus memiliki kesempatan setara untuk berpartisipasi dalam sistem keuangan formal, tanpa terkendala geografis atau sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hanura Usul Zaken Kabinet untuk Percepat Eksekusi Visi Prabowo
Partai Hanura menyarankan pembentukan Zaken Kabinet demi mempercepat pelaksanaan visi sosialisme khas Prabowo, menyusul dua tahun pemerintahan yang dinilai masih terkendala implementasi di lapangan.
24 Oktober 2026

Advokat Kendari Perkuat Integritas dan Kompetensi Hadapi Era Digital
Rakercab PERADI SAI Kendari fokus memperkuat solidaritas, kompetensi, dan integritas advokat dalam menghadapi transformasi digital hukum.
24 Oktober 2026

NYALANG: Lingkar Tarian Magis
Festival budaya Nyalang di Sulawesi Tenggara menampilkan tarian tradisional yang menggambarkan kebersamaan dan keberagaman, dengan partisipasi lebih dari 1.200 seniman dari berbagai daerah.
24 Oktober 2026

Wakapolres Pantau Pilkades Kalo-Kalo Lainea, Pastikan 278 Pemilih Nyoblos Aman
Wakapolres Konsel turun langsung memantau pelaksanaan Pilkades di Desa Kalo-Kalo, memastikan 278 pemilih dapat menggunakan hak suaranya secara aman dan tertib.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

BEI Pantau Transaksi Saham PNSE dan DKHH Akibat Volatilitas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Agoes Projosasmito Akuisisi Saham BRMS Senilai Rp2,4 M
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Inflasi Jepang Naik, BOJ Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Lagi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Saham Murah Bukan Jaminan Menguntungkan, Ini Peringatan Ahli
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.39 WITA

Menko Airlangga: Bukan Hanya MSCI yang Menentukan Kredibilitas Pasar Modal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

BRI Perluas Akses Magang Nasional untuk Generasi Muda
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.38 WITA

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Sabtu, 24 Oktober 2026, 15.37 WITA

