Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI

Bupati Klaten tekankan pentingnya pembentukan karakter melalui drumband, sejalan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, HUT Kabupaten, dan Kemerdekaan RI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak harus tetap menjadi prioritas, meskipun era teknologi dan kecerdasan buatan telah memudahkan akses terhadap prestasi. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Kejuaraan Drumband Piala Bupati Klaten 2026 di Graha Bung Karno, Kamis (8/10), dengan memukul bas drum sebagai simbol pembukaan acara. Ia menekankan bahwa meski teknologi mempermudah pencapaian, nilai-nilai dasar seperti disiplin, kerja sama, dan pengendalian ego tetap harus dibentuk secara langsung melalui pengalaman nyata sejak usia dini.

Drumband, menurutnya, menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut. Ia menyoroti bahwa dalam pertunjukan drumband, keberhasilan tim bergantung pada konsistensi setiap anggota. Kesalahan satu pemain saja dapat mengganggu keseluruhan penampilan, sehingga memperkuat pentingnya rasa tanggung jawab dan kebersamaan. "Di sinilah letak indahnya kebersamaan," ujarnya, menekankan bahwa kolaborasi bukan sekadar tuntutan, melainkan bagian dari pembentukan karakter yang utuh.

Kegiatan ini diikuti oleh 23 tim dari jenjang SD dan SMP di Kabupaten Klaten, terdiri atas 18 grup SD dan lima grup SMP, yang berasal dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut. Lomba digelar untuk memperingati tiga peristiwa penting sekaligus: Hari Pendidikan Nasional 2026, Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222, serta HUT ke-81 Republik Indonesia. Ketua Penyelenggara, Darmadi, menyampaikan harapan agar acara tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menumbuhkan harmoni, kekompakan, percaya diri, dan kebanggaan di kalangan peserta.

Salah satu peserta, Safia dari SD Negeri 2 Rejoso, mengungkapkan perasaan haru dan deg-degan saat tampil. Ia menyebut latihan selama dua minggu setelah sekolah menjadi tantangan, terutama dalam menghafal gerakan dan alur musik. Timnya mengusung tema laut, yang menambah kompleksitas tampilan. Namun, ia merasa bahwa proses tersebut justru memperkuat rasa kebersamaan dan semangat pantang menyerah. "Kesulitan pasti ada, tapi kita bersama, dan itu yang membuat kita tetap semangat," tuturnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya