Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Buy Indonesia Dorong Kepercayaan Pasar Saat IHSG Terpuruk

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad ajak masyarakat percaya pada ekonomi dalam negeri saat IHSG melorot di bawah 5.000 akibat klasifikasi pasar yang dipertimbangkan berubah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Buy Indonesia Dorong Kepercayaan Pasar Saat IHSG Terpuruk📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan signifikan pada awal pekan ini, turun ke bawah level 5.000 menyusul kekhawatiran pasar terhadap rencana perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dalam kondisi tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengeluarkan pernyataan tegas melalui media sosial, menekankan pentingnya kepercayaan terhadap ekonomi dalam negeri sebagai fondasi utama menghadapi gejolak global.

Dasco menegaskan bahwa meskipun terjadi arus keluar dana dan tekanan terhadap peringkat pasar, ekonomi Indonesia tetap memiliki fundamental yang kuat. Ia menyerukan aksi kolektif melalui ajakan "Buy Indonesia" sebagai bentuk dukungan terhadap pasar modal domestik, yang menurutnya mampu pulih jika didukung kebijakan strategis dan solidaritas nasional. Pernyataan itu disampaikan dengan nada optimis namun tegas, menekankan bahwa krisis bukan akhir dari potensi pertumbuhan.

Pada Senin (19/10), IHSG sempat anjlok hingga 4,31 persen ke posisi 4.961 sebelum menutup di level 4.996, turun 3,64 persen dari penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi setelah MSCI mengumumkan konsultasi awal terhadap usulan perubahan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar mandiri. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran investor dan melemahkan nilai tukar rupiah. Namun, pada Selasa (20/10), pasar menunjukkan pemulihan signifikan, dengan IHSG naik 5,65 persen atau 282,27 poin ke level 5.278.

Pertumbuhan aktivitas pasar terlihat dari nilai transaksi harian yang mencapai Rp26,54 triliun dan volume perdagangan sebanyak 56,78 miliar saham, menunjukkan kembali minat investor terhadap aset lokal. Dasco menilai lonjakan ini sebagai bentuk respons positif terhadap ajakan untuk tetap percaya pada kemampuan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa meskipun tekanan dari lembaga pemeringkat dan arus modal keluar terus menghantui, keberlanjutan pertumbuhan tetap bergantung pada kebijakan yang tepat dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya