Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Perbarui Keamanan Pikap Shark 6 Pasca Temuan Kerentanan Siber

Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, siap luncurkan pembaruan keamanan jarak jauh untuk model pikap Shark 6 setelah terungkap adanya celah akses siber yang dapat dieksploitasi melalui akses fisik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
BYD Perbarui Keamanan Pikap Shark 6 Pasca Temuan Kerentanan Siber📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BYD mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan siber pada model pikap terlarisnya di Australia, Shark 6, menyusul temuan bahwa sistem infotainment berbasis Android dapat dimanfaatkan oleh peretas dengan akses fisik langsung. Pembaruan perangkat lunak akan dikirim secara over-the-air (OTA) guna menutup celah yang memungkinkan pihak ketiga memasukkan perangkat lunak eksternal ke dalam jaringan kendaraan. Langkah ini menjadi respons terhadap hasil investigasi yang menyoroti kerentanan dalam sistem kendaraan modern yang semakin terhubung.

Temuan tersebut berasal dari demonstrasi yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber, Fortify Labs, bekerja sama dengan program jurnalisme investigasi ABC. Dalam prosesnya, para ahli berhasil mengakses sistem dengan memasang perangkat kecil bernama Raspberry Pi secara langsung ke kabel kendaraan. Melalui simulasi ECU yang dimanipulasi, mereka mampu mengaktifkan wiper kaca depan dan mematikan lampu depan secara remote, meskipun tanpa menguasai fungsi utama seperti rem atau kamera.

Meski demikian, BYD menegaskan bahwa akses ke fungsi kritis seperti rem dan sistem pengereman tidak dapat diretas melalui metode tersebut. Perusahaan menekankan bahwa semua eksploitasi yang ditunjukkan memerlukan akses fisik langsung ke komponen kendaraan, sehingga tidak dapat dilakukan dari jarak jauh tanpa kehadiran fisik. BYD juga menyatakan komitmen kuat untuk memperkuat sistem keamanan melalui audit rutin, pengujian kerentanan, dan pembaruan berkelanjutan secara berkala.

Fortify Labs menekankan bahwa temuan ini bukan hanya persoalan BYD, melainkan refleksi dari tantangan umum di industri otomotif global yang semakin bergantung pada konektivitas digital. Mereka menilai bahwa jika akses ke sistem back-end produsen jatuh ke tangan kelompok kriminal, dampaknya bisa sangat serius. Dengan demikian, keamanan siber kendaraan harus diberi prioritas tinggi, sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya