Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Pilih Kolaborasi Lokal di Malaysia, Batal Bangun Pabrik Sendiri

BYD menandatangani MoU dengan Inokom untuk perakitan kendaraan listrik di Malaysia, menggantikan rencana pembangunan pabrik sendiri yang dibatalkan karena syarat pemerintah yang ketat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 111x dibuka
BYD Pilih Kolaborasi Lokal di Malaysia, Batal Bangun Pabrik Sendiri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, memilih jalur kolaborasi strategis di Malaysia dengan menjadikan Inokom Corporation sebagai mitra perakitan kendaraan secara Completely Knocked Down (CKD). Keputusan ini diambil setelah menandatangani nota kesepahaman di kantor pusat BYD di Shenzhen, China, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pasar otomotif Malaysia. Inokom, yang berlokasi di Kulim, Kedah, telah memiliki rekam jejak dalam merakit kendaraan untuk berbagai produsen global, sehingga menjadi mitra ideal untuk mempercepat penetrasi pasar lokal.

Pemilihan model perakitan lokal dilatarbelakangi kebijakan baru Malaysia yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026, mempersyaratkan mobil listrik impor utuh (CBU) memiliki nilai CIF minimal 200.000 ringgit, setara Rp883 juta dengan kurs Rp4.415. Banyak model BYD yang dipasarkan di negara tersebut berada di bawah ambang batas ini, sehingga perakitan lokal menjadi langkah strategis untuk tetap memenuhi regulasi dan menjamin kelancaran distribusi.

Sebelumnya, BYD sempat mengumumkan rencana membangun pabrik sendiri di Tanjung Malim, Perak, dengan target operasional pada Agustus 2025. Namun, rencana itu kemudian dibatalkan setelah tidak berhasil menyetujui syarat dari Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia, termasuk kewajiban mengekspor hingga 80 persen produk hasil rakitan. Meski belum memberikan penjelasan resmi, kegagalan kesepakatan ini menjadi alasan utama pembatalan proyek pabrik sendiri.

Di sisi lain, di Indonesia, BYD telah menempuh jalur berbeda dengan meresmikan pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park pada 3 September 2026. Dengan luas lahan 126 hektare dan investasi Rp11,6 triliun, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Sejak April 2026, produksi telah berjalan, mencapai 32.040 unit hingga September, sementara impor utuh BYD turun drastis dari 27.795 unit menjadi hanya 1.108 unit dalam periode yang sama.

BYD Malaysia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Inokom bertujuan untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik dan baterai terkini ke konsumen lokal, sekaligus mendukung transformasi industri otomotif Malaysia secara berkelanjutan. Meski belum mengumumkan model atau jadwal produksi spesifik, langkah ini menunjukkan fleksibilitas strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan regulasi dan kapasitas manufaktur lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya