BYD Pilih Kolaborasi Lokal di Malaysia, Batal Bangun Pabrik Sendiri
BYD menandatangani MoU dengan Inokom untuk perakitan kendaraan listrik di Malaysia, menggantikan rencana pembangunan pabrik sendiri yang dibatalkan karena syarat pemerintah yang ketat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 111x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, memilih jalur kolaborasi strategis di Malaysia dengan menjadikan Inokom Corporation sebagai mitra perakitan kendaraan secara Completely Knocked Down (CKD). Keputusan ini diambil setelah menandatangani nota kesepahaman di kantor pusat BYD di Shenzhen, China, menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pasar otomotif Malaysia. Inokom, yang berlokasi di Kulim, Kedah, telah memiliki rekam jejak dalam merakit kendaraan untuk berbagai produsen global, sehingga menjadi mitra ideal untuk mempercepat penetrasi pasar lokal.
Pemilihan model perakitan lokal dilatarbelakangi kebijakan baru Malaysia yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026, mempersyaratkan mobil listrik impor utuh (CBU) memiliki nilai CIF minimal 200.000 ringgit, setara Rp883 juta dengan kurs Rp4.415. Banyak model BYD yang dipasarkan di negara tersebut berada di bawah ambang batas ini, sehingga perakitan lokal menjadi langkah strategis untuk tetap memenuhi regulasi dan menjamin kelancaran distribusi.
Sebelumnya, BYD sempat mengumumkan rencana membangun pabrik sendiri di Tanjung Malim, Perak, dengan target operasional pada Agustus 2025. Namun, rencana itu kemudian dibatalkan setelah tidak berhasil menyetujui syarat dari Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia, termasuk kewajiban mengekspor hingga 80 persen produk hasil rakitan. Meski belum memberikan penjelasan resmi, kegagalan kesepakatan ini menjadi alasan utama pembatalan proyek pabrik sendiri.
Di sisi lain, di Indonesia, BYD telah menempuh jalur berbeda dengan meresmikan pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park pada 3 September 2026. Dengan luas lahan 126 hektare dan investasi Rp11,6 triliun, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun. Sejak April 2026, produksi telah berjalan, mencapai 32.040 unit hingga September, sementara impor utuh BYD turun drastis dari 27.795 unit menjadi hanya 1.108 unit dalam periode yang sama.
BYD Malaysia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Inokom bertujuan untuk mendekatkan teknologi kendaraan listrik dan baterai terkini ke konsumen lokal, sekaligus mendukung transformasi industri otomotif Malaysia secara berkelanjutan. Meski belum mengumumkan model atau jadwal produksi spesifik, langkah ini menunjukkan fleksibilitas strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan regulasi dan kapasitas manufaktur lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

