Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Racco Diluncurkan di Sri Lanka, Harga Melonjak 2,5 Kali Lipat

Mobil listrik BYD Racco resmi diperkenalkan di Sri Lanka sebagai pasar pertama di luar Jepang, dengan harga mencapai Rp621,7 juta, melonjak tajam dibandingkan harga di negara asalnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
BYD Racco Diluncurkan di Sri Lanka, Harga Melonjak 2,5 Kali Lipat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - BYD Racco secara resmi memulai penjualan perdana di Sri Lanka, menandai ekspansi pertama produk ini ke luar wilayah Jepang. Peluncuran dilakukan bersama distributor resmi, John Keells CG Auto, dan berlangsung secara serentak di tiga kota utama: Colombo, Kandy, dan Galle. Mobil listrik andalan dari pabrikan Tiongkok ini dipasarkan melalui 10 gerai resmi yang tersebar di berbagai wilayah negara tersebut, termasuk Negombo dan Jaffna.

Harga perkenalan Racco di Sri Lanka ditetapkan sebesar 11.450.000 rupee Sri Lanka, setara Rp621,7 juta berdasarkan kurs rata-rata Rp17.960 per rupee. Angka ini jauh melampaui harga di Jepang, di mana mobil ini dibanderol antara 2.140.000 hingga 2.497.000 yen, atau sekitar Rp243,4 juta hingga Rp284 juta. Perbedaan harga mencapai 2,5 kali lipat, menunjukkan dampak besar dari bea impor dan pajak yang diterapkan di negara tersebut.

Harga promosi tersebut hanya berlaku hingga 9 November, dengan kemungkinan kenaikan di masa depan. Kenaikan ini dipicu oleh struktur biaya impor yang tinggi, yang secara umum membuat kendaraan bermotor di Sri Lanka berada pada kisaran harga tinggi. Sebagai perbandingan, Toyota Yaris Cross bensin di pasar Sri Lanka dijual dengan harga 19.950.000 rupee atau setara Rp1,08 miliar, menunjukkan posisi Racco sebagai pilihan lebih terjangkau meski tetap mahal dalam konteks lokal.

Racco tersedia dalam tiga varian, yaitu 200, 300 Plus, dan 300 Premium, menawarkan pilihan bagi konsumen yang mencari mobil listrik dengan fitur beragam. Peluncuran di Sri Lanka menjadi langkah strategis BYD untuk memperluas kehadiran di pasar Asia Selatan, dengan harapan menjangkau konsumen yang mulai beralih ke mobilitas ramah lingkungan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya