Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

BYD Tunda Peluncuran Atto 1 Gen 2 untuk Pasar Indonesia

BYD memastikan belum ada rencana membawa generasi kedua Atto 1 ke Indonesia, sementara model terbaru masih dikhususkan untuk pasar China.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 09.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
BYD Tunda Peluncuran Atto 1 Gen 2 untuk Pasar Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan otomotif listrik BYD menegaskan bahwa generasi kedua model Atto 1, yang dikenal di China sebagai Seagull, belum direncanakan masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat. Menurut pernyataan resmi dari perwakilan PT BYD Motor Indonesia, produk terbaru tersebut saat ini hanya disiapkan secara eksklusif untuk konsumen di China, tanpa adanya informasi resmi mengenai ekspansi ke negara lain.

Pemesanan awal untuk Seagull generasi kedua telah dibuka melalui aplikasi resmi BYD di China, dengan uang muka sebesar 2.000 yuan atau setara Rp5,4 juta berdasarkan kurs tengah. Meski harga resmi belum diumumkan, diperkirakan mobil ini akan dibanderol di bawah 100.000 yuan (sekitar Rp267,9 juta), lebih murah dibanding generasi pertama yang dibanderol antara 69.900 hingga 85.900 yuan.

Dalam perkembangan teknis, Seagull generasi kedua mengalami peningkatan signifikan dalam dimensi, dengan panjang mencapai 4.205 mm—naik 425 mm dari model sebelumnya. Desain baru mengubah sistem penggerak dari depan ke belakang, menggunakan motor listrik 95 kW (127 hp) di sumbu belakang. Perubahan ini membuka ruang bagasi depan sebesar 94 liter, sementara kapasitas bagasi belakang bisa menampung hingga 1.380 liter saat jok dilipat. Suspensi belakang juga diperbarui dari torsion beam ke tipe multi-link independen.

Baterai mobil tersedia dalam dua kapasitas, 30 kWh dan 39,2 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 320 hingga 420 km menurut standar CLTC, atau 262 hingga 344 km berdasarkan standar WLTP. Mobil ini juga diklaim mendukung teknologi pengisian cepat, mampu mengisi baterai dari 10 hingga 97 persen dalam waktu sembilan menit. Meski belum dikonfirmasi secara resmi, diperkirakan varian tertinggi akan menggunakan Blade Battery generasi kedua.

Di Indonesia, BYD tetap fokus pada varian Atto 1 yang telah dipasarkan secara komersial. Menurut pernyataan Head of PR and Government Relations, permintaan terhadap model tersebut tetap tinggi, sehingga tidak ada rencana untuk menggantinya dengan versi terbaru dalam waktu dekat. Keputusan ini dianggap sebagai bagian dari strategi pasar yang menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen lokal secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya