Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

<Cara Aman Pasang Aplikasi Tanpa Risiko Malware>

Penggunaan aplikasi di ponsel harus disertai kehati-hatian agar terhindar dari ancaman malware melalui langkah-langkah pencegahan teknis dan perilaku digital yang bijak.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
<Cara Aman Pasang Aplikasi Tanpa Risiko Malware>📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pengguna ponsel kini semakin bergantung pada aplikasi untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi keuangan hingga hiburan. Namun, di tengah kemudahan akses, risiko terpapar malware meningkat, terutama jika aplikasi diunduh dari sumber tidak terverifikasi. Malware dapat mencuri data pribadi, mengganggu kinerja perangkat, bahkan membuka celah bagi akses ilegal dari pihak ketiga. Oleh karena itu, keamanan saat instalasi aplikasi harus menjadi prioritas utama.

Langkah paling efektif adalah mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store. Kedua platform ini menerapkan mekanisme pemeriksaan otomatis dan peninjauan manual terhadap setiap aplikasi sebelum dirilis. Google Play Protect secara rutin memantau aplikasi di luar toko resmi dan telah mencegah lebih dari 266 juta upaya instalasi aplikasi berisiko pada 2025, serta melindungi pengguna dari 872.000 aplikasi berbahaya tinggi. Di sisi lain, Apple memastikan aplikasi di App Store telah melewati proses verifikasi ketat dan memiliki sistem deteksi malware pihak ketiga yang aktif.

Pengguna juga harus waspada terhadap aplikasi yang diunduh dari sumber eksternal, terutama file APK yang dibagikan melalui media sosial atau grup percakapan. Sideloading berisiko tinggi karena tidak melalui sistem verifikasi resmi. Mulai September 2026, perangkat Android resmi di Indonesia akan menerapkan verifikasi pengembang, yang memastikan aplikasi berasal dari pihak yang telah diverifikasi identitasnya. Selain itu, periksa identitas pengembang, jumlah unduhan, ulasan pengguna, dan tanggal pembaruan sebelum memasang aplikasi. Aplikasi palsu sering meniru tampilan dan nama aplikasi populer untuk menipu pengguna.

Pertimbangkan juga izin yang diminta aplikasi. Jika aplikasi sederhana seperti kalkulator meminta akses ke kontak atau mikrofon, itu patut dicurigai. Batasi akses hanya pada fungsi yang relevan. Jika perangkat menampilkan peringatan keamanan, jangan diabaikan—sebaiknya hentikan instalasi. Sistem keamanan seperti Play Protect dan kebijakan Apple secara otomatis menangkal aplikasi berbahaya. Terakhir, pastikan sistem operasi dan aplikasi selalu diperbarui secara berkala untuk menutup celah keamanan yang dikenal.

Pengguna juga perlu memantau perilaku perangkat setelah memasang aplikasi baru. Jika ponsel menjadi lambat, baterai cepat habis, atau muncul iklan tak biasa, kemungkinan besar terdapat aplikasi mencurigakan. Dalam situasi seperti itu, segera hapus aplikasi tersebut dan lakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh. Dengan mengikuti langkah-langkah sederhana—memilih toko resmi, mengecek pengembang, membatasi izin, memperhatikan peringatan, dan rutin memperbarui sistem—pengguna dapat menjaga keamanan digital tanpa perlu keahlian teknis tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya