Selasa, 29 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Cartoon Network Segera Melebur dalam Konsolidasi Korporasi

Warner Bros. Discovery mulai menutup operasi Cartoon Network menyusul merger dengan Paramount Skydance, termasuk penghapusan merek Cartoonito di AS, meski masih eksis lewat YouTube.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Cartoon Network Segera Melebur dalam Konsolidasi Korporasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan media global sedang melakukan transformasi besar dengan mengintegrasikan jaringan hiburan anak melalui penggabungan operasional yang menandai akhir era independen Cartoon Network di Amerika Serikat. Langkah ini dipicu oleh rencana akuisisi senilai US$111 miliar antara Warner Bros. Discovery dan Paramount Skydance, yang mengarah pada pengurangan jumlah merek dan penyederhanaan struktur bisnis. Salah satu bentuk nyata dari transformasi ini adalah penghentian total layanan Cartoonito di platform televisi dan aplikasi resmi per 25 September, dengan seluruh konten yang tersisa dikumpulkan dalam kategori siaran umum Cartoon Network tanpa identitas merek khusus.

Meski tidak lagi muncul sebagai saluran terpisah, Cartoonito tetap aktif secara digital melalui saluran YouTube resmi, yang menyediakan siaran langsung 24 jam per hari, tujuh hari seminggu, serta unggahan konten baru hampir setiap hari. Hal ini menunjukkan upaya pelestarian keberadaan merek di ranah digital meski kehadirannya di televisi konvensional telah dihentikan. Penutupan bertahap Cartoonito sejatinya sudah dimulai sejak 2021, dengan pemangkasan jam tayang dari delapan jam per hari hingga benar-benar dihentikan pada Mei 2025, menandai pergeseran strategi perusahaan terhadap pasar anak-anak.

Beberapa proyek produksi yang sempat dikembangkan, seperti *Scooby-Doo! and The Mystery Pups*, dibatalkan secara mendadak, sementara serial *Tom and Jerry Time* dialihkan ke pasar internasional. Keputusan ini memperkuat kekhawatiran bahwa merek utama Cartoon Network juga berpotensi mengalami nasib serupa dalam skema konsolidasi yang direncanakan oleh Paramount. Dengan memiliki Nickelodeon sebagai jaringan anak-anak yang sudah mapan dan dominan di pasar, Paramount diperkirakan akan mengintegrasikan seluruh aset Cartoon Network ke dalam ekosistem Nickelodeon guna meningkatkan efisiensi operasional dan keuntungan finansial.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 1992, Cartoon Network dianggap kurang adaptif terhadap perubahan tren konsumsi konten generasi muda dibandingkan Nickelodeon, terutama dalam merespons tren digital dan konten interaktif. Upaya mengekspansi ke tayangan live-action melalui proyek seperti *Level Up* dan *Incredible Crew* dinilai gagal meraih audiens yang signifikan, sehingga menempatkan saluran animasi legendaris ini dalam posisi rentan saat proses restrukturisasi perusahaan dilakukan. Kini, masa depan Cartoon Network bergantung pada kebijakan strategis pasca-merger yang akan menentukan apakah warisan budaya pop dari era animasi 90-an tetap bisa lestari dalam bentuk baru.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya