Selasa, 22 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Charles Spencer Bongkar Duka Keluarga di Buku Baru

Buku terbaru Earl Charles Spencer mengungkap perasaan pahit tentang pernikahan Putri Diana dengan Raja Charles, termasuk klaim soal reaksi Charles setelah kematian Diana dan penolakan gelar kehormatan dari Ratu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
Charles Spencer Bongkar Duka Keluarga di Buku Baru📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Buku teranyar karya Earl Charles Spencer, kakak almarhum Putri Diana, telah menjadi sorotan publik setelah sejumlah kutipan mengejutkan tersebar. Dalam karya berjudul *Swan Song*, Spencer menggambarkan hubungan pernikahan antara saudaranya dan Raja Charles sebagai tidak bahagia, penuh ketegangan, dan dipengaruhi oleh dinamika keluarga yang rumit. Banyak bagian dalam buku ini mengungkap momen-momen pribadi yang menyentuh, termasuk reaksi Charles terhadap kematian Diana yang, menurut Spencer, justru disertai tanda-tanda kegembiraan.

Spencer mengisahkan percakapan telepon pertamanya dengan Charles pada malam kematian Diana, 31 Agustus 1997. Ia menyebut bahwa suara Charles terdengar tidak sedih, melainkan seolah lega. Menurutnya, Charles tampak menyimpan harapan bahwa kematian Diana akan membuka ruang bagi hubungan pribadi yang lebih bebas. Dalam percakapan lanjutan, Spencer mencatat bahwa Charles menyatakan, “Tenang saja, kita akan segera melupakannya,” sebagai respons terhadap duka yang sedang dirasakan. Ungkapan itu, menurut Spencer, mencerminkan perasaan yang jauh dari duka, melainkan kelegaan terpendam.

Tidak hanya soal reaksi setelah kematian, Spencer juga menuliskan bahwa Diana pernah berusaha membatalkan pertunangan dengan Charles. Ia menyebut bahwa Diana meminta izin kepada ayahnya, tetapi permintaan itu ditolak. Selain itu, buku ini mengungkap komentar Charles yang dianggap merendahkan, yakni meremas pinggang Diana dan berkata, “Oh, agak gemuk di sini, ya?”—kata-kata yang, menurut Spencer, sangat menyakitkan mengingat kondisi kesehatan mental Diana yang sedang terganggu akibat bulimia.

Pada hari pemakaman Diana, Ratu Elizabeth II menawarkan pengembalian gelar kehormatan HRH yang sempat dicabut setelah perceraian. Spencer menulis bahwa Diana merasa terluka oleh pencabutan gelar tersebut dan menolak tawaran Ratu, meskipun disampaikan dengan niat baik. Ia menegaskan bahwa bagi Diana, penghargaan anumerta itu tak lagi berarti setelah ia meninggal. Spencer juga menyampaikan bahwa ia memahami sikap Ratu, namun menilai bahwa tindakan itu terlambat dan tak mampu mengobati luka yang telah terlanjur dalam.

Pernyataan Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa pihak kerajaan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait isi buku. Namun, pihak istana menyampaikan bahwa mereka menyadari betapa sensitifnya peristiwa kehilangan keluarga, terutama dalam konteks perasaan yang bisa mengaburkan kebijaksanaan. Meski tidak membantah fakta yang disampaikan Spencer, pihak istana tetap menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan privasi keluarga kerajaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya