Charles Spencer Bongkar Duka Keluarga di Buku Baru
Buku terbaru Earl Charles Spencer mengungkap perasaan pahit tentang pernikahan Putri Diana dengan Raja Charles, termasuk klaim soal reaksi Charles setelah kematian Diana dan penolakan gelar kehormatan dari Ratu.
Redaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 5x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Buku teranyar karya Earl Charles Spencer, kakak almarhum Putri Diana, telah menjadi sorotan publik setelah sejumlah kutipan mengejutkan tersebar. Dalam karya berjudul *Swan Song*, Spencer menggambarkan hubungan pernikahan antara saudaranya dan Raja Charles sebagai tidak bahagia, penuh ketegangan, dan dipengaruhi oleh dinamika keluarga yang rumit. Banyak bagian dalam buku ini mengungkap momen-momen pribadi yang menyentuh, termasuk reaksi Charles terhadap kematian Diana yang, menurut Spencer, justru disertai tanda-tanda kegembiraan.
Spencer mengisahkan percakapan telepon pertamanya dengan Charles pada malam kematian Diana, 31 Agustus 1997. Ia menyebut bahwa suara Charles terdengar tidak sedih, melainkan seolah lega. Menurutnya, Charles tampak menyimpan harapan bahwa kematian Diana akan membuka ruang bagi hubungan pribadi yang lebih bebas. Dalam percakapan lanjutan, Spencer mencatat bahwa Charles menyatakan, “Tenang saja, kita akan segera melupakannya,” sebagai respons terhadap duka yang sedang dirasakan. Ungkapan itu, menurut Spencer, mencerminkan perasaan yang jauh dari duka, melainkan kelegaan terpendam.
Tidak hanya soal reaksi setelah kematian, Spencer juga menuliskan bahwa Diana pernah berusaha membatalkan pertunangan dengan Charles. Ia menyebut bahwa Diana meminta izin kepada ayahnya, tetapi permintaan itu ditolak. Selain itu, buku ini mengungkap komentar Charles yang dianggap merendahkan, yakni meremas pinggang Diana dan berkata, “Oh, agak gemuk di sini, ya?”—kata-kata yang, menurut Spencer, sangat menyakitkan mengingat kondisi kesehatan mental Diana yang sedang terganggu akibat bulimia.
Pada hari pemakaman Diana, Ratu Elizabeth II menawarkan pengembalian gelar kehormatan HRH yang sempat dicabut setelah perceraian. Spencer menulis bahwa Diana merasa terluka oleh pencabutan gelar tersebut dan menolak tawaran Ratu, meskipun disampaikan dengan niat baik. Ia menegaskan bahwa bagi Diana, penghargaan anumerta itu tak lagi berarti setelah ia meninggal. Spencer juga menyampaikan bahwa ia memahami sikap Ratu, namun menilai bahwa tindakan itu terlambat dan tak mampu mengobati luka yang telah terlanjur dalam.
Pernyataan Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa pihak kerajaan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut terkait isi buku. Namun, pihak istana menyampaikan bahwa mereka menyadari betapa sensitifnya peristiwa kehilangan keluarga, terutama dalam konteks perasaan yang bisa mengaburkan kebijaksanaan. Meski tidak membantah fakta yang disampaikan Spencer, pihak istana tetap menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan privasi keluarga kerajaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Erin Wartia Laporkan Rieke Diah Pitaloka ke MKD atas Dugaan Overlap Kewenangan
Erin Wartia resmi melaporkan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka ke MKD atas dugaan pelanggaran kode etik terkait intervensi dalam kasus hukum yang melibatkan mantan asistennya.
21 September 2026

Harmonisasi Hukum dan Kontrak ABK Jadi Fokus Reformasi Perlindungan Pekerja Migran
Anggota DPR RI menekankan perlunya sinkronisasi regulasi dan penegakan hukum serta penataan kontrak kerja ABK pasca-ratifikasi Konvensi ILO C188.
21 September 2026

Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Pantai Seruyan Kalteng
Dua jasad diduga korban KM Virgo Transport 8 ditemukan di Pantai Seruyan, Kalteng, dalam upaya pencarian yang terus diperluas oleh Tim SAR Gabungan.
21 September 2026

Kebakaran di Pasar Mobil Kemayoran, 22 Unit Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, dengan 22 unit mobil damkar dan 88 personel diterjunkan untuk memadamkan api.
21 September 2026
Berita Lainnya

Harga Beras Diproyeksikan Turun Pekan Ini
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Kemenkeu Tunda Pembayaran Cicilan Rp37 Triliun ke Kopdes Merah Putih
Senin, 21 September 2026, 23.18 WITA

Saham BYAN Melemah Meski RKAB Anak Usaha Disetujui
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BEI Turunkan Harga Saham Minimum Jadi Rp1 Mulai 28 September
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Romy Bareno Resmi Jadi Komisaris Independen InJourney Airports
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Pemerintah Siapkan E50-B50 untuk Hemat Devisa Rp500 Triliun Tahunan
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

Prabowo Dorong Bensin dari Batu Bara untuk Kemandirian Energi
Senin, 21 September 2026, 23.17 WITA

BYOND by BSI Perkenalkan Fitur Infaq Otomatis Terjadwal
Senin, 21 September 2026, 23.16 WITA

