Kamis, 8 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ChatGPT Uji Coba Iklan Visual untuk Penggunaan Gambar

OpenAI mulai menguji iklan visual di ChatGPT akhir Oktober 2026, fokus pada penggunaan saat generate gambar dengan penekanan pada kesesuaian dan keamanan merek.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
ChatGPT Uji Coba Iklan Visual untuk Penggunaan Gambar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - OpenAI meluncurkan uji coba fitur iklan visual baru di platform ChatGPT, khusus untuk pengguna yang meminta generasi gambar. Pengujian dimulai pada akhir Oktober 2026 di Amerika Serikat, dengan iklan muncul di samping hasil gambar yang dihasilkan. Iklan tersebut akan diberi label jelas dan dipisahkan secara tegas dari konten hasil generasi pengguna, memastikan transparansi dan tidak mengganggu pengalaman interaksi utama.

Format iklan visual ini dirancang untuk menampilkan produk secara visual, menyertakan penjelasan penggunaan, hingga menggambarkan pengalaman yang ditawarkan. Tujuannya adalah memperkuat pemahaman pengguna terhadap merek baru, membantu proses pengambilan keputusan belanja, serta meningkatkan efektivitas kampanye iklan dalam konteks digital yang dinamis. OpenAI menegaskan bahwa iklan ini tidak memengaruhi respons atau hasil yang diberikan oleh model AI.

Perusahaan juga memperluas sistem pengukuran iklan melalui kolaborasi dengan Hightouch, Tealium, dan LiveRamp, memungkinkan pengiklan mengintegrasikan data konversi dari sistem internal mereka ke ChatGPT Ads. Hasil awal menunjukkan efisiensi tinggi: WeightWatchers berhasil menekan biaya akuisisi pelanggan hingga 15,3 persen, sementara merek kebugaran Dose mencatat 67 persen pembelian berasal dari pelanggan baru.

Untuk menjaga kualitas dan keamanan konteks, OpenAI memperkuat sistem pemantauan agar iklan tidak muncul dalam percakapan sensitif, emosional, atau tidak sesuai. Perusahaan juga menjalankan uji coba evaluasi brand suitability bersama DoubleVerify dan Integral Ad Science (IAS), dengan mitra independen menilai kepatuhan terhadap standar brand safety dalam lingkungan terkontrol tanpa akses ke data pribadi pengguna.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya