Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China dan Uni Eropa Sepakati Batas Ekspor Mobil Hybrid

Kesepakatan awal antara China dan Uni Eropa menargetkan penurunan signifikan ekspor mobil hybrid ke Eropa dalam empat tahun ke depan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
China dan Uni Eropa Sepakati Batas Ekspor Mobil Hybrid📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Negosiasi intensif antara China dan Uni Eropa pada 9 Oktober 2026 berbuah kesepakatan awal terkait perdagangan mobil hybrid dan plug-in hybrid. Kesepakatan ini ditujukan untuk menstabilkan dinamika perdagangan otomotif yang sempat memanas, sekaligus menghindari penerapan tarif tambahan terhadap produk mobil asal Tiongkok yang masuk pasar Eropa. Pertemuan ini dilangsungkan dalam kerangka mekanisme konsultasi perdagangan dan investasi bilateral.

Meski belum diumumkan secara rinci, kesepakatan tersebut diharapkan mampu menekan volume ekspor mobil hybrid dari China ke Uni Eropa lebih dari separuh dibandingkan proyeksi sebelumnya dalam periode empat tahun mendatang. Pernyataan ini dikemukakan oleh Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, dalam wawancara, yang menegaskan bahwa angka tersebut berdasarkan estimasi internal Komisi Eropa, bukan pemotongan langsung 50 persen dari level saat ini.

Data dari Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) menunjukkan ekspor kendaraan utuh dari China ke Uni Eropa mencapai 1,56 juta unit antara Januari hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 490.000 unit merupakan mobil plug-in hybrid (PHEV), naik 179 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara mobil hybrid konvensional (HEV) berjumlah 270.000 unit, meningkat 142 persen secara tahunan. Lonjakan ekspor ini menjadi salah satu pemicu utama perlunya negosiasi.

Selain isu mobil hybrid, kedua pihak juga sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai akses pasar dan potensi penurunan tarif atas sejumlah produk dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). China juga menyatakan kesiapan memfasilitasi perizinan ekspor logam tanah jarang dan magnet permanen ke Eropa. Namun, pembahasan mengenai komitmen harga serta peninjauan lebih lanjut terhadap penyelidikan subsidi untuk mobil listrik China tetap berlanjut.

Rencana pertemuan lanjutan telah ditetapkan, dengan konferensi video tingkat menteri dijadwalkan pada Januari 2027, disusul pertemuan konsultasi pada Maret 2027. Hingga saat ini, detail teknis mengenai mekanisme penerapan kesepakatan masih dalam proses finalisasi dan belum diumumkan secara resmi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya