Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Peringatkan Warganya Waspadai Ancaman di Thailand

Kedutaan Besar China memperingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada atau bepergian ke Thailand akibat meningkatnya kasus penipuan dan penculikan berkedok kerja.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 47x dibuka
China Peringatkan Warganya Waspadai Ancaman di Thailand📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kedutaan Besar China di Thailand telah menerbitkan imbauan keselamatan menyusul tren meningkatnya kasus perdagangan manusia, kerja paksa, dan penipuan daring yang melibatkan warga negara asing. Imbauan ini dikeluarkan pada 16 Oktober 2026 dan menekankan perlunya perencanaan perjalanan yang matang serta kewaspadaan terhadap modus operandi yang semakin canggih. Para pelancong diminta memperhatikan keamanan transportasi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran pekerjaan yang terlalu menggiurkan.

Kompleks penipuan berskala besar telah ditemukan di sekitar perbatasan Thailand-Myanmar, di mana jaringan kriminal lintas negara memanfaatkan tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi sebagai jebakan. Korban, termasuk pekerja di bidang kreatif seperti siaran langsung dan seni pertunjukan, direkrut melalui undangan audisi palsu, kontrak film fiktif, dan penawaran kerja sama bisnis yang tidak realistis. Modus ini menjadi sarana untuk memaksa korban terlibat dalam operasi penipuan digital secara paksa.

Salah satu kasus yang mencuat adalah penculikan aktor Wang Xing pada Januari 2025. Ia ditipu dengan janji proyek film di Thailand, namun langsung diculik dan dikirim ke Myanmar. Menurut dokumenter CCTV, ia dipindahkan antara tiga lokasi penipuan dalam empat hari sebelum akhirnya dibebaskan setelah negosiasi oleh pejabat Kedutaan Besar China. Meski kembali ke Tanah Air, Wang tetap terbebani oleh utang daring yang dipaksakan selama masa tahanan.

Pada Agustus 2026, seorang turis China dilaporkan diculik setelah salah mengenali kendaraan sebagai milik pemandu wisata. Ia berhasil meloloskan diri setelah berteriak minta tolong di pos polisi. Sementara itu, pada 25 September 2026, seorang guru musik dari Shanghai dilaporkan hilang setelah terakhir terlihat di Thailand. Dua bulan kemudian, seorang fotografer berusia 34 tahun juga dilaporkan hilang setelah tiba di Bangkok untuk proyek pemotretan; keluarganya melaporkan adanya permintaan uang tebusan.

Kedutaan Besar China menyarankan warganya untuk memverifikasi semua tawaran pekerjaan, proyek investasi, atau kesempatan kerja di luar negeri sebelum memutuskan. Pelancong diminta waspada terhadap tawaran dengan deskripsi pekerjaan kabur, persyaratan rekrutmen terlalu mudah, atau fasilitas perjalanan gratis tanpa pengalaman. Mereka juga diimbau menggunakan transportasi resmi, tidak menerima tumpangan dari orang asing, serta menghindari perjalanan ke wilayah perbatasan berisiko tinggi. Selain itu, penting untuk membagi rute perjalanan dengan keluarga, menjaga ponsel aktif, dan tidak menyerahkan dokumen penting kepada pihak lain.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya