China Rekrut Manusia Latih Robot Rumah Tangga
China membuka peluang kerja bagi tenaga manusia untuk melatih robot melakukan tugas rumah tangga, dengan gaji antara Rp10 juta hingga Rp16 juta per bulan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.46 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - China kini tengah mengembangkan teknologi robot domestik dengan melibatkan manusia sebagai pelatih utama. Pekerjaan ini melibatkan penggunaan perangkat sensor dan chip untuk merekam gerakan presisi dalam aktivitas sehari-hari seperti memindahkan benda, menyapu, atau menata ruangan. Gaji yang ditawarkan berkisar antara 4.000 hingga 6.000 yuan per bulan, setara Rp10 juta hingga Rp16 juta, menarik minat berbagai kalangan, termasuk pekerja paruh waktu dan ibu rumah tangga.
Salah satu pelatih, Liu Yin (40), menggambarkan proses pelatihan sebagai pengalaman mendidik gerakan dasar, mirip mengajar anak usia dua tahun. Ia mengenakan gelang sensor dan chip di jari yang mencatat setiap gerakan, sementara layar komputer menampilkan evaluasi real-time berdasarkan akurasi dan produktivitas. Setiap pelatih diharuskan menyelesaikan minimal 160 sampel per hari, dengan kinerja terbaik mampu menyelesaikan lebih dari 200.
Pekerja lain, Guo Hongjuan dari Provinsi Jiangsu, memilih pekerjaan ini karena fleksibilitas waktu yang memungkinkannya tetap merawat anak. Ia menangani tugas seperti menyusun buku, membersihkan meja, dan mengatur barang, dengan pendapatan sekitar 4.000 yuan per bulan. Sementara itu, Sun (22), yang mengambil pekerjaan ini sebagai pengisi waktu luang, fokus pada aktivitas seperti melipat pakaian dan merekam gerakan standar, dengan bayaran 120 yuan di siang hari dan 135 yuan di malam hari.
Meski gaji terasa menarik, Sun menyatakan beban fisik dan mental dari pekerjaan yang bersifat repetitif cukup berat, sehingga penghasilan yang diterima belum cukup menutupi tekanan kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya China memperkuat industri robotik nasional, dengan mengumpulkan data gerakan manusia secara masif untuk melatih kecerdasan buatan dalam konteks domestik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

