Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Rekrut Manusia Latih Robot Rumah Tangga

China membuka peluang kerja bagi tenaga manusia untuk melatih robot melakukan tugas rumah tangga, dengan gaji antara Rp10 juta hingga Rp16 juta per bulan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.46 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
China Rekrut Manusia Latih Robot Rumah Tangga📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - China kini tengah mengembangkan teknologi robot domestik dengan melibatkan manusia sebagai pelatih utama. Pekerjaan ini melibatkan penggunaan perangkat sensor dan chip untuk merekam gerakan presisi dalam aktivitas sehari-hari seperti memindahkan benda, menyapu, atau menata ruangan. Gaji yang ditawarkan berkisar antara 4.000 hingga 6.000 yuan per bulan, setara Rp10 juta hingga Rp16 juta, menarik minat berbagai kalangan, termasuk pekerja paruh waktu dan ibu rumah tangga.

Salah satu pelatih, Liu Yin (40), menggambarkan proses pelatihan sebagai pengalaman mendidik gerakan dasar, mirip mengajar anak usia dua tahun. Ia mengenakan gelang sensor dan chip di jari yang mencatat setiap gerakan, sementara layar komputer menampilkan evaluasi real-time berdasarkan akurasi dan produktivitas. Setiap pelatih diharuskan menyelesaikan minimal 160 sampel per hari, dengan kinerja terbaik mampu menyelesaikan lebih dari 200.

Pekerja lain, Guo Hongjuan dari Provinsi Jiangsu, memilih pekerjaan ini karena fleksibilitas waktu yang memungkinkannya tetap merawat anak. Ia menangani tugas seperti menyusun buku, membersihkan meja, dan mengatur barang, dengan pendapatan sekitar 4.000 yuan per bulan. Sementara itu, Sun (22), yang mengambil pekerjaan ini sebagai pengisi waktu luang, fokus pada aktivitas seperti melipat pakaian dan merekam gerakan standar, dengan bayaran 120 yuan di siang hari dan 135 yuan di malam hari.

Meski gaji terasa menarik, Sun menyatakan beban fisik dan mental dari pekerjaan yang bersifat repetitif cukup berat, sehingga penghasilan yang diterima belum cukup menutupi tekanan kerja. Langkah ini merupakan bagian dari upaya China memperkuat industri robotik nasional, dengan mengumpulkan data gerakan manusia secara masif untuk melatih kecerdasan buatan dalam konteks domestik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya