Cina Jaga Netralitas di Konflik Yaman 2026
Beijing menegaskan kecaman terhadap serangan Houthi yang menewaskan warga sipil, sambil mempertahankan keseimbangan antara hubungan strategis dengan Iran dan Arab Saudi.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 38x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Eskalasi konflik Yaman pada Oktober 2026 menarik perhatian global, terutama menyusul serangan terhadap infrastruktur penting di Arab Saudi dan serangan ke kompleks istana kepresidenan di Aden yang menyebabkan dua personel keamanan tewas. Serangkaian insiden ini menunjukkan bahwa perang yang awalnya bersifat domestik kini berubah menjadi pertarungan regional yang melibatkan kepentingan besar, termasuk Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara kunci di jalur perdagangan internasional. Dalam konteks ini, posisi Cina menjadi sorotan utama karena peran ekonomi dan geopolitik yang semakin menonjol di kawasan.
Cina menunjukkan sikap yang cermat dalam menyikapi krisis tersebut. Pada 12 Oktober 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning, secara eksplisit mengecam serangan Houthi yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil. Pernyataan itu mencatat perubahan dalam pendekatan Beijing, yang sebelumnya cenderung netral dan menghindari penunjukan pihak yang bertanggung jawab secara langsung. Kini, Beijing secara terbuka menyatakan penolakan terhadap tindakan yang melanggar hukum internasional dan menyerang warga sipil.
Namun, meski menunjukkan kecaman, Cina tetap menjaga keseimbangan kepentingan. Beijing secara aktif memelihara hubungan strategis dengan Iran, salah satu pendukung utama Houthi, sekaligus menjaga kerja sama ekonomi yang erat dengan Arab Saudi—salah satu pemimpin koalisi militer di Yaman. Kedua hubungan ini menjadi fondasi penting bagi kebijakan luar negeri Cina, yang berupaya menghindari keterlibatan langsung dalam konflik, sambil menjamin keamanan jalur maritim Laut Merah.
Tujuan utama kebijakan Cina adalah menjaga stabilitas jalur perdagangan global, yang sangat vital bagi ekonomi dunia. Dengan mempertahankan posisi netral dan menekankan diplomasi damai, Beijing berupaya menjadi penengah yang dapat dipercaya tanpa mengorbankan kepentingan ekonomi atau kemitraan strategis. Sikap ini menunjukkan bahwa meski tidak ikut serta dalam operasi militer, Cina tetap memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika krisis regional.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

