Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG Subsidi Mulai 2027

Pemerintah menargetkan implementasi CNG 3 kg sebagai pengganti LPG subsidi secara bertahap mulai 2027, setelah melalui uji coba dan evaluasi menyeluruh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 23x dibuka
CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG Subsidi Mulai 2027📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan penerapan Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram akan mulai berjalan secara bertahap pada tahun 2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, khususnya LPG, serta memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam negeri yang melimpah. Proyek ini kini berada pada tahap evaluasi menyeluruh, mencakup aspek teknis, keandalan tabung, serta kesiapan model bisnis distribusi.

Uji coba telah dilakukan selama sebulan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), dengan fokus pada performa tabung dan sistem pengamanan. Direktur Jenderal Minyak Bumi dan Gas (Migas) Kementerian ESDM menegaskan bahwa proses evaluasi masih berlangsung, dan kepastian pelaksanaan di lapangan akan diumumkan secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sebelum peluncuran nasional.

Sebagai persiapan awal, pemerintah telah mengalokasikan 100 ribu tabung CNG 3 kg yang diimpor dari China. Jumlah ini sesuai dengan ketentuan kontrak pengadaan yang telah disepakati. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung sebelum penerapan skala besar.

Penggunaan CNG bukanlah inovasi baru, melainkan telah diterapkan sebelumnya di sektor horeka dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun selama ini terbatas pada tabung berkapasitas besar. Kini, fokus beralih ke tabung kecil 3 kg yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Teknologi ini menghadapi tantangan utama terkait tekanan gas yang jauh lebih tinggi dibandingkan LPG—berkisar antara 200 hingga 250 bar—yang membutuhkan desain tabung dan sistem pengaman khusus.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa uji tembak dengan suhu 850 derajat Celsius sedang dipersiapkan, akan dilakukan di dua lokasi, yakni China dan Indonesia. Pemerintah optimistis bahwa CNG 3 kg dapat menjadi alternatif berkelanjutan, karena bahan bakunya berasal dari cadangan gas alam dalam negeri yang masih melimpah. Dukungan dari temuan cadangan baru di Kalimantan Timur juga diharapkan dapat memperkuat pasokan energi domestik dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya