Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Conjurig: Cerita Haru dari Pocong yang Mencari Kembali Diri

Film Conjurig resmi tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026, mengangkat kisah arsitek muda yang menyembuhkan trauma lewat komunitas cosplayer pocong di Bandung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 17.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Conjurig: Cerita Haru dari Pocong yang Mencari Kembali Diri📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Film Conjurig, yang mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026, menghadirkan narasi mendalam tentang pemulihan diri melalui identitas yang tersembunyi. Dibintangi Dito Darmawan, Maizura, dan Shella Fernanda, cerita berpusat pada Piit, seorang arsitek muda asal Bandung yang mengejar karier di Jakarta namun terjatuh dalam krisis profesional dan emosional. Di tengah tekanan kerja yang tak tertahankan dan kegagalan dalam hubungan asmara dengan Susan, Piit memilih berhenti dari pekerjaannya dan kembali ke kota asalnya.

Keputusannya untuk bergabung dengan komunitas cosplayer jurig di alun-alun Bandung bukan sekadar pelarian, melainkan bentuk terapi tak lazim. Dengan mengenakan kostum pocong, Piit menemukan ruang untuk menyembunyikan rasa hampa dan membangun kembali kepercayaan diri. Di sana, ia bertemu Tamy, seorang cosplayer gothic yang juga menyimpan luka masa lalu dan bersembunyi di balik identitas yang dibuat. Kedekatan keduanya menjadi titik balik dalam proses penyembuhan, di mana kehidupan sebagai tokoh fiksi membawa kebenaran yang tak terduga.

Konsep Conjurig jauh dari genre horor, meski namanya mengingatkan pada film serupa. Film ini dibuat oleh Tubagus Deddy sebagai karya humanis yang menggambarkan realitas anak muda modern yang menghadapi tekanan sosial, identitas, dan kehilangan arah. Melalui dialog khas khas Bandung dan nuansa musikal yang lembut, Conjurig menampilkan keseharian warga kota, dari suasana alun-alun hingga interaksi harian yang penuh kehangatan.

Dengan alur yang penuh empati dan penokohan mendalam, Conjurig tidak hanya menjadi cerita tentang penyembuhan pribadi, tetapi juga refleksi terhadap cara masyarakat menyikapi trauma melalui kreativitas dan komunitas. Film ini diperuntukkan bagi penonton remaja usia 13 tahun ke atas, dan menjadi representasi baru dari kekuatan kultur lokal dalam dunia perfilman Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya