Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group

Danantara dorong kemitraan strategis dengan CITIC Group melalui sinergi di kapital, sumber daya, dan infrastruktur untuk tingkatkan daya saing sektor mineral nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Danantara Perkuat Kolaborasi Mineral Strategis dengan CITIC Group📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memperkuat kerja sama strategis dengan CITIC Group dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya mineral strategis Indonesia. Pertemuan yang digelar di Jakarta menjadi momen penting untuk membahas penguatan sinergi antara sektor publik dan swasta, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan pengembangan kapasitas industri nasional.

Fokus utama dibahas meliputi tiga pilar utama: kapital, sumber daya, dan infrastruktur. Dalam ranah sumber daya, Danantara menggandeng CITIC Resources, Holding Industri Pertambangan MIND ID, serta PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk memperkuat pengelolaan dan eksploitasi mineral strategis secara efisien dan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan menciptakan nilai tambah bagi rantai pasok nasional.

Di bidang kapital, Danantara berdiskusi dengan China Securities mengenai peluang kolaborasi di pasar modal dan pendanaan, termasuk pendirian mekanisme pembiayaan yang mendukung proyek strategis. Sementara itu, dalam sektor infrastruktur, pembahasan dilakukan bersama CITIC Construction dan BOPPJ, termasuk rencana pengembangan proyek besar seperti Giant Sea Wall Pantura yang berpotensi meningkatkan ketahanan ekonomi wilayah pesisir.

Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa ketiga pilar tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem yang kokoh dan berkelanjutan. “Capital membuka akses. Resources menciptakan nilai. Infrastructure membangun masa depan,” tegasnya, menekankan bahwa kolaborasi ini bukan hanya tentang investasi, tetapi juga transformasi sistemik dalam sektor pertambangan dan industri nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya