Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Danantara Siap Bangun BUMN Tekstil dengan Modal Rp100 T

Danantara berencana menanamkan modal Rp100 triliun untuk menciptakan BUMN tekstil baru melalui penggabungan sejumlah pabrik, dengan tujuan memulihkan industri dan menyerap kembali tenaga kerja yang terdampak PHK.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Danantara Siap Bangun BUMN Tekstil dengan Modal Rp100 T📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mematangkan rencana strategis dengan alokasi dana sekitar US$ 5,55 miliar atau setara Rp100 triliun untuk membangkitkan sektor tekstil nasional. Dana besar ini akan digunakan untuk membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang fokus pada produksi tekstil, dengan pendekatan integrasi dan sinergi antar fasilitas produksi yang ada.

Langkah ini melibatkan pengambilalihan sejumlah pabrik tekstil yang sebelumnya beroperasi secara mandiri, dengan tujuan menyatukan kapasitas produksi dan keunggulan teknis masing-masing unit. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Danantara untuk memastikan kelancaran eksekusi proyek strategis tersebut.

Ia menekankan bahwa setiap pabrik memiliki keunggulan spesifik, baik dalam teknologi, kualitas bahan baku, maupun efisiensi operasional. Dengan menggabungkan elemen-elemen tersebut, pemerintah berharap terbentuk ekosistem industri tekstil yang lebih kokoh, mampu bersaing di pasar global sejak awal beroperasi. Sinergi antar pabrik dinilai sebagai kunci untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Target peluncuran BUMN tekstil baru ini dirancang secepat mungkin, mengingat urgensi memulihkan lapangan kerja pasca-kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor tersebut. Menperin menilai penting untuk segera memberikan ruang kerja baru bagi tenaga kerja yang terdampak, sehingga tidak terjadi kehilangan kapasitas produktif yang berkepanjangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya