Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI

Indonesia dapat mempercepat pengembangan industri farmasi melalui pemanfaatan data kesehatan Covid-19 dan BPJS Kesehatan dengan dukungan kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 12.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Data Kesehatan Jadi Fondasi Inovasi Obat Berbasis AI📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemanfaatan data kesehatan nasional, khususnya dari periode pandemi Covid-19 dan sistem BPJS Kesehatan, dianggap sebagai fondasi strategis untuk mempercepat inovasi dalam industri obat di dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keberadaan data yang akurat dan terstruktur menjadi syarat utama agar teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat berfungsi secara optimal dalam pengolahan informasi medis. Menurutnya, tanpa data kredibel, kemampuan AI dalam mengolah dan mengekstrak informasi dari data besar akan terbatas.

Dalam forum peluncuran wacana transformasi ekonomi digital, ia menyebutkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas untuk dikembangkan melalui pendekatan berbasis data dan AI. Potensi besar terbuka karena Indonesia memiliki populasi sekitar 280 juta jiwa yang menghasilkan volume data kesehatan yang signifikan. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses uji klinis obat, yang saat ini masih mengalami keterlambatan dibandingkan negara-negara maju.

Dengan penerapan AI, proses identifikasi kandidat obat, prediksi efek samping, hingga pengelompokan pasien untuk uji klinis dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hal ini berpotensi mengurangi waktu pengembangan obat secara signifikan, sekaligus menurunkan biaya riset. Pemerintah melihat langkah ini sebagai upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan industri farmasi dalam negeri, yang masih belum mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri.

Pengembangan AI juga dilihat sebagai bagian dari transformasi ekonomi menuju era digital yang lebih maju. Selain meningkatkan efisiensi di sektor-sektor eksisting, teknologi ini mendorong munculnya industri baru, seperti pusat data. Kebutuhan akan infrastruktur pendukung—seperti lahan, listrik, dan air—dipandang sebagai kunci utama dalam membangun ekosistem digital yang kompetitif di tingkat global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya