Jumat, 9 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

David Vaillant Pimpin Keuangan Grup Bank Dunia

Bank Dunia mengangkat David Vaillant sebagai Direktur Pelaksana dan CFO, mengandalkan pengalamannya di sektor keuangan global untuk perkuat pendanaan pembangunan di lebih dari 100 negara berkembang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 9 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
David Vaillant Pimpin Keuangan Grup Bank Dunia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Grup Bank Dunia resmi menunjuk David Vaillant sebagai Direktur Pelaksana sekaligus Chief Financial Officer (CFO), menandai perluasan kapasitas keuangan institusi dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan di wilayah berkembang. Penunjukan ini ditegaskan langsung oleh Presiden Grup Bank Dunia, Ajay Banga, yang menilai Vaillant memiliki rekam jejak unggul dalam mengelola keuangan skala besar dan membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, bank sentral, serta investor global.

Dalam jabatannya baru, Vaillant akan memimpin seluruh aspek keuangan, termasuk pengelolaan treasuri, manajemen risiko, serta penerbitan obligasi melalui lembaga IBRD, IDA, dan IFC. Pada tahun fiskal 2026, tiga entitas ini berhasil menghimpun dana sekitar 82 miliar dolar AS dari pasar modal internasional, sebuah capaian yang akan terus diperkuat melalui pendekatan inovatif dalam mobilisasi modal swasta.

Sebelum bergabung dengan Bank Dunia, Vaillant menjabat sebagai Kepala Global Keuangan, Strategi, dan Partisipasi di BNP Paribas Asset Management, di mana ia memimpin akuisisi AXA Investment Managers senilai 5,1 miliar euro—transaksi terbesar dalam sejarah manajemen aset Eropa. Ia juga aktif dalam memperluas kemitraan lintas regional, terutama di Asia dan Amerika Latin, serta membangun arsitektur keuangan yang mendukung stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Vaillant menyatakan rasa hormat tinggi atas kepercayaan yang diberikan, menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan tujuan pembangunan global. Ia menekankan komitmen terhadap manajemen risiko yang kuat serta pengembangan instrumen pembiayaan baru guna menarik partisipasi swasta dalam skala besar. Pengalaman sebelumnya, termasuk peran dalam advis kedaulatan dan konsultan bagi pemerintah serta bank sentral, menjadi fondasi penting dalam visinya untuk memperluas akses pendanaan di negara berkembang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya