DDMF Dorong Konversi Energi untuk Kurangi Impor
Danantara Development Management Fund tegaskan ketahanan energi sebagai pilar strategis dengan fokus pada konversi penggunaan energi dari fosil ke listrik demi kurangi ketergantungan impor.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - DDMF menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu fondasi utama dalam strategi pengembangan jangka panjangnya, mengingat peran energi dalam menopang kedaulatan nasional. Dalam kesempatan peluncuran IES 2027 di Jakarta, Managing Director Development Investment Rachmat Kaimuddin menekankan bahwa kemandirian energi bukan sekadar isu teknis, melainkan kunci utama bagi stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Ia menyoroti bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan energinya, terutama dalam bentuk BBM dan LPG, yang berdampak langsung pada neraca perdagangan.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Rachmat mengusulkan dua pendekatan utama: pertama, memperbesar produksi energi dalam negeri, khususnya energi terbarukan; kedua, mengubah pola konsumsi energi secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam dua sektor kunci—transportasi dan memasak—dengan beralih dari bahan bakar fosil ke listrik. Dengan memanfaatkan sumber daya listrik dalam negeri, Indonesia dapat menggantikan impor energi yang selama ini menjadi beban anggaran.
Langkah konkret yang sedang dipersiapkan pemerintah mendukung arahan ini, termasuk program kompor listrik untuk rumah tangga dengan daya di bawah 900 kVA. Rancangan anggaran tahun 2027 juga menyediakan dana sebesar Rp815,56 miliar untuk program tersebut, sementara Rp635,24 miliar dialokasikan untuk konversi kendaraan bermotor ke listrik. Dana-dana ini akan dikelola oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM sebagai bagian dari upaya transformasi energi nasional.
Perubahan ini, menurut Rachmat, tidak hanya bertujuan menekan impor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi secara struktural. Ia menegaskan bahwa konversi energi bukan pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tidak bergantung pada kondisi pasar global. Dengan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari kebijakan hingga perubahan perilaku, tujuan pilar kedaulatan energi dapat terwujud secara nyata.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

