Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

DDMF Dorong Konversi Energi untuk Kurangi Impor

Danantara Development Management Fund tegaskan ketahanan energi sebagai pilar strategis dengan fokus pada konversi penggunaan energi dari fosil ke listrik demi kurangi ketergantungan impor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 17.54 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
DDMF Dorong Konversi Energi untuk Kurangi Impor📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - DDMF menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu fondasi utama dalam strategi pengembangan jangka panjangnya, mengingat peran energi dalam menopang kedaulatan nasional. Dalam kesempatan peluncuran IES 2027 di Jakarta, Managing Director Development Investment Rachmat Kaimuddin menekankan bahwa kemandirian energi bukan sekadar isu teknis, melainkan kunci utama bagi stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Ia menyoroti bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan energinya, terutama dalam bentuk BBM dan LPG, yang berdampak langsung pada neraca perdagangan.

Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Rachmat mengusulkan dua pendekatan utama: pertama, memperbesar produksi energi dalam negeri, khususnya energi terbarukan; kedua, mengubah pola konsumsi energi secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam dua sektor kunci—transportasi dan memasak—dengan beralih dari bahan bakar fosil ke listrik. Dengan memanfaatkan sumber daya listrik dalam negeri, Indonesia dapat menggantikan impor energi yang selama ini menjadi beban anggaran.

Langkah konkret yang sedang dipersiapkan pemerintah mendukung arahan ini, termasuk program kompor listrik untuk rumah tangga dengan daya di bawah 900 kVA. Rancangan anggaran tahun 2027 juga menyediakan dana sebesar Rp815,56 miliar untuk program tersebut, sementara Rp635,24 miliar dialokasikan untuk konversi kendaraan bermotor ke listrik. Dana-dana ini akan dikelola oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM sebagai bagian dari upaya transformasi energi nasional.

Perubahan ini, menurut Rachmat, tidak hanya bertujuan menekan impor, tetapi juga memperkuat ketahanan energi secara struktural. Ia menegaskan bahwa konversi energi bukan pilihan, melainkan keharusan untuk menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan, ramah lingkungan, dan tidak bergantung pada kondisi pasar global. Dengan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari kebijakan hingga perubahan perilaku, tujuan pilar kedaulatan energi dapat terwujud secara nyata.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya