Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato

Puluhan perwakilan negara meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidatonya, menunjukkan protes terhadap kebijakan Israel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 12.06 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Delegasi PBB Tinggalkan Sidang Saat Netanyahu Berpidato📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tampil di podium Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di markas PBB New York, sejumlah besar kursi di ruangan terlihat kosong. Aksi mundur massal terjadi segera setelah dia memulai pidatonya, menandai ketegangan diplomatik yang memanas dalam forum internasional tersebut. Delegasi dari berbagai negara, termasuk yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, memilih tidak hadir dalam sesi yang menurut mereka menjadi ajang pembelaan terhadap kebijakan militer Israel.

Ketidakhadiran tersebut menjadi simbol penolakan terhadap narasi yang disampaikan Netanyahu, yang menekankan keamanan nasional Israel dan menyalahkan kelompok Palestina atas konflik berkepanjangan. Beberapa perwakilan yang meninggalkan ruangan dilaporkan menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari forum yang dianggap mendukung tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional. Aksi ini menunjukkan keberhasilan gerakan diplomasi yang menekankan kembali prinsip-prinsip keadilan dan hak asasi manusia dalam isu Timur Tengah.

Netanyahu merespons dengan tegas, menyebut para delegasi yang pergi sebagai individu yang gagal secara moral. Ia menyerukan agar mereka yang memiliki pandangan serupa ikut meninggalkan ruangan, menegaskan bahwa pidatonya bertujuan untuk memperjuangkan kebenaran di tengah tekanan global. Meski berbicara di hadapan sebagian kecil audiens, dia tetap melanjutkan penyampaian argumen dengan tegas, menekankan komitmen Israel terhadap keamanan dan eksistensi negaranya.

Delegasi Palestina secara khusus turut meninggalkan ruangan saat pidato dimulai, sebagai bentuk protes terhadap representasi yang dianggap tidak adil terhadap posisi Palestina. Aksi ini menegaskan kembali posisi negara-negara yang menganggap bahwa forum PBB seharusnya menjadi ruang bagi perwakilan seluruh bangsa, bukan tempat untuk memperkuat narasi yang berpihak pada satu pihak. Kegiatan tersebut menggambarkan kompleksitas diplomasi global dalam menangani konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya