Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demonstran Prancis Ricuh, Toko Mewah dan Fasilitas Publik Dirusak

Aksi protes terhadap kenaikan biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan massal, menyerang toko mewah, supermarket, dan bangunan pemerintah di sejumlah kota.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 113x dibuka
Demonstran Prancis Ricuh, Toko Mewah dan Fasilitas Publik Dirusak📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa yang awalnya dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan biaya hidup di Prancis kini berubah menjadi gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota besar. Dalam dua hari terakhir, massa yang didominasi oleh kelompok bertopeng melakukan penjarahan terhadap toko-toko barang mewah dan fasilitas komersial di Paris, Marseille, Bordeaux, dan Lille. Aksi tersebut menimbulkan kerusakan luas dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan publik.

Toko-toko ternama seperti Apple, Louis Vuitton, dan Hermes menjadi sasaran utama penjarahan. Di Bordeaux, kaca toko Apple dan Louis Vuitton pecah akibat serangan massa, sementara di Lille, gerai Apple lainnya juga dirusak. Di Marseille, butik Hermes mengalami kerusakan parah, termasuk pembongkaran bagian dalam dan hilangnya barang-barang mewah. Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para demonstran menerobos masuk ke dalam toko dan membawa peralatan serta produk mahal tanpa memedulikan keamanan.

Selain toko mewah, supermarket, toko pakaian, dan apotek juga menjadi sasaran serangan. Fasilitas publik seperti balai kota di Lyon dan Marseille, serta bangunan ikonik di Limoges, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Beberapa gedung pemerintah bahkan dilaporkan terbakar akibat tindakan pembakaran yang dilakukan oleh kelompok anarkis. Kepolisian setempat mengaku kesulitan mengendalikan situasi akibat jumlah massa yang besar dan aksi yang terjadi secara simultan di berbagai wilayah.

Pemerintah Prancis menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk anarkisme yang tidak dapat diterima, dan menegaskan bahwa semua pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum. Aksi protes yang semula bertujuan menyuarakan keluhan ekonomi kini berubah menjadi kekacauan yang merusak stabilitas sosial dan merugikan masyarakat umum. Pemerintah kini mempertimbangkan langkah-langkah darurat untuk memulihkan ketertiban dan mencegah penyebaran kerusuhan lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya