Demonstran Prancis Ricuh, Toko Mewah dan Fasilitas Publik Dirusak
Aksi protes terhadap kenaikan biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan massal, menyerang toko mewah, supermarket, dan bangunan pemerintah di sejumlah kota.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 113x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa yang awalnya dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan biaya hidup di Prancis kini berubah menjadi gelombang kerusuhan yang melanda sejumlah kota besar. Dalam dua hari terakhir, massa yang didominasi oleh kelompok bertopeng melakukan penjarahan terhadap toko-toko barang mewah dan fasilitas komersial di Paris, Marseille, Bordeaux, dan Lille. Aksi tersebut menimbulkan kerusakan luas dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan publik.
Toko-toko ternama seperti Apple, Louis Vuitton, dan Hermes menjadi sasaran utama penjarahan. Di Bordeaux, kaca toko Apple dan Louis Vuitton pecah akibat serangan massa, sementara di Lille, gerai Apple lainnya juga dirusak. Di Marseille, butik Hermes mengalami kerusakan parah, termasuk pembongkaran bagian dalam dan hilangnya barang-barang mewah. Video yang tersebar di media sosial menunjukkan para demonstran menerobos masuk ke dalam toko dan membawa peralatan serta produk mahal tanpa memedulikan keamanan.
Selain toko mewah, supermarket, toko pakaian, dan apotek juga menjadi sasaran serangan. Fasilitas publik seperti balai kota di Lyon dan Marseille, serta bangunan ikonik di Limoges, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Beberapa gedung pemerintah bahkan dilaporkan terbakar akibat tindakan pembakaran yang dilakukan oleh kelompok anarkis. Kepolisian setempat mengaku kesulitan mengendalikan situasi akibat jumlah massa yang besar dan aksi yang terjadi secara simultan di berbagai wilayah.
Pemerintah Prancis menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk anarkisme yang tidak dapat diterima, dan menegaskan bahwa semua pelaku akan ditindak tegas sesuai hukum. Aksi protes yang semula bertujuan menyuarakan keluhan ekonomi kini berubah menjadi kekacauan yang merusak stabilitas sosial dan merugikan masyarakat umum. Pemerintah kini mempertimbangkan langkah-langkah darurat untuk memulihkan ketertiban dan mencegah penyebaran kerusuhan lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Panda raksasa Ai Lian merayakan ulang tahun ke-7 di Taman Tematik Locajoy, Chongqing, dengan menu spesial dan kehadiran pengunjung.
24 Oktober 2026

Militer AS Larang Taruhan Berbasis Informasi Rahasia
Menteri Perang AS melarang keras anggota militer menggunakan informasi sensitif untuk bertaruh di platform prediksi, setelah skandal keuntungan miliaran dari taruhan berbasis intelijen.
24 Oktober 2026

Iran Diklaim Perkuat Aksi Target Warga AS di Berbagai Wilayah
Intelijen AS memperingatkan peningkatan upaya Iran menargetkan warga negara Amerika di Timur Tengah dan sejumlah negara lain, menyusul meningkatnya ketegangan bilateral.
24 Oktober 2026

Jajak Pendapat Akhir Sebelum Pemilu Israel Tunjukkan Kekuatan Oposisi Melonjak
Jajak pendapat terbaru menunjukkan blok Netanyahu anjlok ke 48 kursi, sementara oposisi Yahudi naik ke 54 kursi, menandai pergeseran signifikan menjelang pemilu 27 Oktober.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

