Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Aksi protes 'anti-sistem' di Barcelona pada Sabtu malam berujung kerusuhan, penjarahan toko, dan pembakaran fasilitas umum, menyebabkan 100 orang ditangkap, termasuk anak di bawah umur.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Demonstrasi yang digelar di kawasan Plaza de Catalunya, Barcelona, pada Sabtu malam berubah menjadi kerusuhan setelah sejumlah peserta melakukan penjarahan toko dan membakar fasilitas publik. Kepolisian setempat melaporkan bahwa lebih dari 30 titik api muncul dan 14 toko mengalami kerusakan parah. Aksi tersebut dipicu oleh seruan daring melalui media sosial dengan tagar #MelawanSistem, yang menggantungkan narasi perlawanan terhadap struktur sosial dan ekonomi yang dianggap tidak adil.
Sebagian besar demonstran, menurut data kepolisian, berpakaian hitam dan mengenakan tudung, dengan tindakan yang terkoordinasi untuk menyerbu toko-toko besar, termasuk di Mall El Corte Inglés. Video yang tersebar di platform digital menunjukkan aksi menendang etalase, mengangkut barang, serta penutupan pintu toko untuk mengamankan pengunjung yang terjebak di dalam. Beberapa unggahan juga menampilkan dukungan dari audiens daring, menandai adanya narasi kolektif yang menyebar cepat.
Pemerintah Catalonia menegaskan bahwa tindakan vandalisme tidak akan ditoleransi. Menteri Dalam Negeri Núria Parlon menyatakan bahwa semua pelaku, termasuk para remaja di bawah umur, akan diproses secara hukum. Ia juga menekankan bahwa orang tua dari anak-anak yang terlibat bisa dimintai pertanggungjawaban. Wali Kota Barcelona, Jaume Collboni, menegaskan bahwa kota tidak akan membiarkan aksi kekerasan dan kerusakan properti terjadi tanpa konsekuensi hukum.
Kerusuhan di Barcelona merupakan bagian dari gelombang protes yang melanda berbagai negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, Italia, dan Albania. Aksi-aksi ini didorong oleh ketidakpuasan publik terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, keterbatasan akses perumahan, serta ketimpangan ekonomi yang semakin dalam. Gerakan yang muncul dari kelompok pelajar, terinspirasi dari gerakan "Lyceés Indignés" di Prancis, kini menyebar dengan narasi yang serupa: perlawanan terhadap sistem yang dianggap tidak adil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Pembatalan balapan Moto3 Australia 2026 menimbulkan kekecewaan bagi Veda Ega yang siap tampil optimal, sementara Hakim Danish justru mendapat keuntungan karena tidak harus tampil dari posisi bawah.
25 Oktober 2026

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Pembatalan balapan di Phillip Island karena kabut tebal tak ubahnya mempertahankan posisi klasemen tanpa perubahan, dengan Marc Marquez tetap memimpin.
25 Oktober 2026

Ribuan Bakat Muda Bersaing di Blispi Youth Cup 2026
Turnamen sepak bola usia dini Blispi Youth Cup 2026 di Bekasi menampilkan 2.150 pemain dari 74 tim, dengan dukungan Ketua DPD RI dan pelatih Shin Tae-yong untuk menjaring talenta nasional.
25 Oktober 2026

Kolaborasi Digital dan Olahraga Dorong Promosi Wisata Indonesia
Inisiatif integrasi olahraga, komunitas, dan gim digital diluncurkan untuk memperluas promosi destinasi wisata melalui rangkaian acara di Jakarta 2026.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA
Obama Sindir Trump Soal Renovasi Gedung Putih Saat Kampanye
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

Aksi Protes Massal Guncang Eropa dalam Sepekan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.29 WITA

