Minggu, 4 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng

Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, Sulawesi Tenggara, dalam operasi terpisah pada Jumat (2/10), dengan penggeledahan dilakukan di lokasi berbeda.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Sulawesi Tenggara berhasil menangkap tiga orang terduga teroris pada hari yang sama di dua wilayah berbeda, yakni Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, serta Kabupaten Poso. Penangkapan dilakukan dalam operasi terkoordinasi yang berlangsung sejak pagi hari, menindaklanjuti informasi intelijen terkait aktivitas mencurigakan yang dikaitkan dengan jaringan terorisme.

Dari hasil penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti elektronik, termasuk perangkat komunikasi dan media penyimpanan data. Petugas mengonfirmasi bahwa terduga pelaku berinisial A dan GG ditangkap di Parigi Moutong, sementara terduga lainnya berinisial S diamankan di Poso. Penyitaan dilakukan secara menyeluruh di tempat tinggal masing-masing terduga untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat.

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Achmad Muhaimin, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap keterkaitan dan afiliasi jaringan dari ketiga terduga tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan aktif guna memastikan tidak ada keterlibatan lebih luas.

Dalam proses penangkapan, petugas mengutamakan keamanan dan perlindungan terhadap keluarga terduga, terutama anak-anak yang sempat berada di lokasi saat penggeledahan. Polwan diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis demi menjaga kondisi emosional mereka. Setelah proses selesai, istri dan anak-anak terduga tidak dibawa ke markas dan dipulangkan ke tempat tinggal mereka.

Operasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis kepolisian dalam menekan aktivitas terorisme di wilayah terpencil, termasuk di Sulawesi Tenggara yang sebelumnya sempat menjadi perhatian karena potensi kerentanan terhadap radikalisme. Penangkapan dilakukan tanpa kekerasan, dengan pendekatan profesional dan berbasis bukti.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya