Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Sulteng
Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, Sulawesi Tenggara, dalam operasi terpisah pada Jumat (2/10), dengan penggeledahan dilakukan di lokasi berbeda.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda Sulawesi Tenggara berhasil menangkap tiga orang terduga teroris pada hari yang sama di dua wilayah berbeda, yakni Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, serta Kabupaten Poso. Penangkapan dilakukan dalam operasi terkoordinasi yang berlangsung sejak pagi hari, menindaklanjuti informasi intelijen terkait aktivitas mencurigakan yang dikaitkan dengan jaringan terorisme.
Dari hasil penggeledahan di lokasi penangkapan, petugas menyita sejumlah barang bukti elektronik, termasuk perangkat komunikasi dan media penyimpanan data. Petugas mengonfirmasi bahwa terduga pelaku berinisial A dan GG ditangkap di Parigi Moutong, sementara terduga lainnya berinisial S diamankan di Poso. Penyitaan dilakukan secara menyeluruh di tempat tinggal masing-masing terduga untuk memastikan tidak ada bukti yang terlewat.
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Achmad Muhaimin, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap keterkaitan dan afiliasi jaringan dari ketiga terduga tersebut. Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan aktif guna memastikan tidak ada keterlibatan lebih luas.
Dalam proses penangkapan, petugas mengutamakan keamanan dan perlindungan terhadap keluarga terduga, terutama anak-anak yang sempat berada di lokasi saat penggeledahan. Polwan diterjunkan untuk memberikan pendampingan psikologis demi menjaga kondisi emosional mereka. Setelah proses selesai, istri dan anak-anak terduga tidak dibawa ke markas dan dipulangkan ke tempat tinggal mereka.
Operasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis kepolisian dalam menekan aktivitas terorisme di wilayah terpencil, termasuk di Sulawesi Tenggara yang sebelumnya sempat menjadi perhatian karena potensi kerentanan terhadap radikalisme. Penangkapan dilakukan tanpa kekerasan, dengan pendekatan profesional dan berbasis bukti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hekente Wakatobi: Perempuan Jaga Budaya Bahari dengan Tradisi Menjaring Ikan
Lebih dari 600 perempuan di Wakatobi menorehkan kembali tradisi Hekente sebagai bentuk pelestarian budaya bahari dan penguatan ekonomi lokal melalui aktivitas menangkap ikan secara tradisional.
4 Oktober 2026
Asap Tipis Menyelimuti Langit Sultra, BMKG Ungkap Sumber dari Papua dan Maluku
Kualitas udara di Sulawesi Tenggara terganggu akibat asap tipis yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Papua Selatan serta Maluku, menurut analisis BMKG.
4 Oktober 2026
Posyandu Konawe Selatan Tuntas Registrasi Nasional
Seluruh posyandu di Konawe Selatan telah teregistrasi 100 persen di Kemendagri, melayani 6 layanan dasar kesehatan di 25 kecamatan.
4 Oktober 2026
Karang Taruna Kolaka Ajak Generasi Muda Lestarikan Bahasa Tolaki
Lomba pidato dan puisi bahasa Tolaki digelar Karang Taruna Kolaka untuk memperkuat identitas budaya dan melestarikan warisan leluhur di kalangan generasi muda.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Bahas Strategi Komunikasi Pemerintah dengan Tim Bakom
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Naik Ringan, Short Selling Resmi Beroperasi
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

Rupiah Melemah di Awal Oktober, Tekanan Inflasi dan Dolar AS Jadi Pemicu
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.30 WITA

IHSG Melemah, Saham UNTR dan MORA Unggul
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

Rosan Akan Bahas Langsung Isu Data Center di Jawa Barat
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

United Tractors Realisasi Buyback Rp2 Triliun untuk Stabilkan Pasar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BEI Pantau Empat Saham Akibat Pergerakan Tak Wajar
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

BRI Pertahankan Status Anggota Yearbook Keberlanjutan Global
Minggu, 4 Oktober 2026, 23.29 WITA

