Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dino Patti Djalal Soroti Diplomasi Indonesia Hadapi Krisis Asap

Mantan wakil menteri luar negeri menekankan pentingnya diplomasi bijak dalam menangani karhutla sebagai bentuk kehadiran Indonesia sebagai pemimpin regional yang kredibel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 15.26 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
Dino Patti Djalal Soroti Diplomasi Indonesia Hadapi Krisis Asap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda sejumlah provinsi di Sumatra dan Kalimantan menjadi ujian bagi kapasitas diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan di media sosial, Dino Patti Djalal menilai bahwa penanganan kabut asap yang berkepanjangan bukan sekadar isu lingkungan, melainkan tantangan strategis dalam menjaga hubungan baik dengan negara tetangga. Ia menekankan bahwa kemampuan Indonesia mengelola krisis secara kolaboratif akan menentukan citra global negara dalam konteks regional.

Dino mengingatkan bahwa pengalaman menangani bencana besar seperti tsunami Aceh pada 2004 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu memimpin koordinasi internasional. Saat itu, kerja sama yang dipimpin Indonesia berhasil menggerakkan komunitas global dalam upaya penanggulangan bencana, sekaligus meningkatkan kepercayaan internasional terhadap kemampuan negara. Ia menilai, krisis asap hari ini bisa menjadi momentum serupa jika dikelola dengan pendekatan yang inklusif dan transparan.

Pernyataannya menyentuh penerimaan bantuan dari negara tetangga setelah sebelumnya sempat ditolak. Dino menilai keputusan akhir untuk menerima bantuan sebagai langkah rasional yang mencerminkan kematangan diplomasi. Ia menegaskan bahwa keberadaan negara-negara seperti Singapura bukan ancaman, melainkan mitra strategis yang memiliki kepentingan bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan politik di kawasan.

Terhadap kabar yang menyebut Singapura berupaya melemahkan pasar modal Indonesia melalui keputusan MSCI, Dino menolak mentah-mentah narasi tersebut. Ia menekankan bahwa Singapura memiliki rekam jejak kerja sama yang kuat dengan Indonesia dalam berbagai bidang, termasuk bantuan kemanusiaan, investasi, dan pendidikan. Sebagai negara kecil yang terkurung oleh dua kekuatan besar, Singapura justru memiliki kepentingan vital dalam menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

Dino menegaskan bahwa tudingan konspirasi terhadap Singapura adalah tidak realistis dan bertentangan dengan logika geopolitik yang telah teruji. Ia menilai bahwa stabilitas Indonesia adalah kepentingan bersama, dan tidak masuk akal bagi pihak manapun—terutama negara tetangga yang saling bergantung—untuk merusak kerja sama yang telah dibangun selama puluhan tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya