Dolar AS Tembus Rp18.079, Tekanan Global Picu Melemahnya Rupiah
Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.079 per dolar AS pada 23 Oktober 2026, dipengaruhi penguatan yield obligasi AS dan tekanan aliran modal keluar akibat keputusan MSCI.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 15.36 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 13x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan penurunan signifikan pada siang hari, Jumat (23/10/2026), berada di posisi Rp18.079 per dolar AS. Angka ini lebih melemah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp18.045, menunjukkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang domestik. Kenaikan nilai tukar dolar ini mencerminkan dinamika pasar global yang terus mendukung dominasi dolar AS dalam konteks pergerakan mata uang dunia.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter Bank Indonesia, Firman Mochtar, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS didorong oleh yield obligasi pemerintah AS yang bertahan di atas 5% dalam periode panjang. Kondisi ini membuat aset berbasis dolar AS menjadi lebih menarik bagi investor global, mengurangi minat terhadap instrumen keuangan di negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat, yang berdampak langsung pada pelemahan rupiah.
Selain faktor global, tekanan domestik juga ikut berkontribusi. Salah satunya adalah prospek diskusi MSCI mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia sebagai pasar independen (Standalone market), yang memicu kekhawatiran investor asing terhadap likuiditas dan arus modal. Pergerakan ini menimbulkan aliran modal keluar yang berdampak pada tekanan lebih lanjut terhadap nilai tukar rupiah. Firman menegaskan bahwa kombinasi tekanan global dan domestik menjadi pemicu utama melemahnya rupiah dalam beberapa hari terakhir.
Dalam konteks yang lebih luas, indeks dolar AS (DXY) telah mencapai level 101, menunjukkan penguatan terhadap mata uang negara maju. Penguatan indeks ini secara otomatis memperlemah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena investor cenderung memindahkan aset ke aset yang lebih aman. Dengan kondisi ini, BI terus memantau perkembangan pasar secara intensif untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan kredibilitas kebijakan moneter.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

