Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dolar Tembus Rp18.120, Permintaan Meningkat Pasca-Koreksi IHSG

Kurs dolar AS di sejumlah money changer naik hingga Rp18.120 per dolar, didorong lonjakan permintaan setelah IHSG anjlok akibat kajian klasifikasi pasar saham Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 90x dibuka
Dolar Tembus Rp18.120, Permintaan Meningkat Pasca-Koreksi IHSG📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kurs dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan signifikan di sejumlah tempat penukaran uang di Jakarta Pusat, dengan nilai jual mencapai Rp18.120 per dolar pada Senin (19/10/2026). Angka ini mencerminkan tekanan terhadap rupiah yang terus berlanjut, sejalan dengan penguatan dolar global. Penutupan nilai tukar hari ini menunjukkan melemahnya rupiah sebesar 0,17% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.000/US$, menandai tren penurunan yang konsisten dalam sepekan terakhir.

Salah satu pelaku pasar, PT Daffa Indo Valuta di Kwitang, mencatatkan kurs jual mencapai Rp18.120 dan kurs beli sebesar Rp17.900. Supervisor perusahaan, Aris Permana, menyebutkan lonjakan permintaan dolar terjadi secara tajam sejak akhir pekan lalu, khususnya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga dolar tersebut bukan hanya akibat fluktuasi pasar, melainkan dampak langsung dari kecenderungan masyarakat yang memilih beralih ke aset valuta asing.

Fenomena ini diperkuat oleh kebijakan konsultasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait klasifikasi pasar saham Indonesia, yang memicu kekhawatiran investor dan mendorong aksi ambil untung. Hasilnya, banyak masyarakat memilih menjual aset saham dan mengonversinya ke dolar AS sebagai bentuk proteksi terhadap pelemahan rupiah. Aris menegaskan bahwa jumlah pembeli jauh melampaui penjual, sehingga menimbulkan tekanan harga di pasar kecil.

Di lokasi lain, Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer di Menteng menetapkan kurs jual sebesar Rp18.020 dan beli Rp18.070. Meski tidak merinci tren mingguan, pergerakan ini tetap menunjukkan kecenderungan penguatan dolar. Seorang nasabah, Adil Haryono (57), memilih menukarkan US$10.000 ke rupiah dengan nilai kurs Rp18.020, menghasilkan Rp180,2 juta. Ia menyebut keputusannya didorong oleh kekhawatiran terhadap nilai rupiah yang terus tergerus, dengan alasan utama adalah ketidakpastian ekonomi domestik yang memperkuat preferensi terhadap dolar AS sebagai penyimpan nilai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya