Dolar Tembus Rp18.120, Permintaan Meningkat Pasca-Koreksi IHSG
Kurs dolar AS di sejumlah money changer naik hingga Rp18.120 per dolar, didorong lonjakan permintaan setelah IHSG anjlok akibat kajian klasifikasi pasar saham Indonesia.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 90x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kurs dolar Amerika Serikat mengalami kenaikan signifikan di sejumlah tempat penukaran uang di Jakarta Pusat, dengan nilai jual mencapai Rp18.120 per dolar pada Senin (19/10/2026). Angka ini mencerminkan tekanan terhadap rupiah yang terus berlanjut, sejalan dengan penguatan dolar global. Penutupan nilai tukar hari ini menunjukkan melemahnya rupiah sebesar 0,17% dibandingkan posisi sebelumnya di Rp18.000/US$, menandai tren penurunan yang konsisten dalam sepekan terakhir.
Salah satu pelaku pasar, PT Daffa Indo Valuta di Kwitang, mencatatkan kurs jual mencapai Rp18.120 dan kurs beli sebesar Rp17.900. Supervisor perusahaan, Aris Permana, menyebutkan lonjakan permintaan dolar terjadi secara tajam sejak akhir pekan lalu, khususnya setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam. Ia menegaskan bahwa kenaikan harga dolar tersebut bukan hanya akibat fluktuasi pasar, melainkan dampak langsung dari kecenderungan masyarakat yang memilih beralih ke aset valuta asing.
Fenomena ini diperkuat oleh kebijakan konsultasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait klasifikasi pasar saham Indonesia, yang memicu kekhawatiran investor dan mendorong aksi ambil untung. Hasilnya, banyak masyarakat memilih menjual aset saham dan mengonversinya ke dolar AS sebagai bentuk proteksi terhadap pelemahan rupiah. Aris menegaskan bahwa jumlah pembeli jauh melampaui penjual, sehingga menimbulkan tekanan harga di pasar kecil.
Di lokasi lain, Valuta Inti Prima (VIP) Money Changer di Menteng menetapkan kurs jual sebesar Rp18.020 dan beli Rp18.070. Meski tidak merinci tren mingguan, pergerakan ini tetap menunjukkan kecenderungan penguatan dolar. Seorang nasabah, Adil Haryono (57), memilih menukarkan US$10.000 ke rupiah dengan nilai kurs Rp18.020, menghasilkan Rp180,2 juta. Ia menyebut keputusannya didorong oleh kekhawatiran terhadap nilai rupiah yang terus tergerus, dengan alasan utama adalah ketidakpastian ekonomi domestik yang memperkuat preferensi terhadap dolar AS sebagai penyimpan nilai.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

