Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi

Kelahiran dua bayi harimau Sumatra di Fort Worth, Texas, menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian spesies terancam punah di dunia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 23.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Dua Ekor Harimau Sumatra Lahir di Amerika, Jadi Langkah Bersejarah Konservasi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebun Binatang Fort Worth di Texas, Amerika Serikat, mencatat sejarah baru dengan kelahiran dua ekor anak harimau Sumatra, pertama kalinya dalam sejarah program konservasi di tempat tersebut. Kedua ekor anak harimau yang lahir pada 1 Juli lalu diberi nama Barani dan Malu, masing-masing mencerminkan sifat unik yang berkembang sejak usia dini. Kini, pada usia 13 minggu, berat tubuh keduanya telah mencapai 8–9 kilogram, menunjukkan perkembangan fisik yang sehat dan stabil.

Nama Barani dipilih karena sifatnya yang penuh semangat, lincah, dan suka bermain dengan saudaranya, sedangkan Malu diberi nama berdasarkan karakter yang lebih tenang, mandiri, dan lebih nyaman berada sendiri. Pemilihan nama ini tidak hanya menunjukkan kekhasan budaya Indonesia, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan personal dalam konservasi satwa. Kedua bayi harimau ini diharapkan dapat menjadi duta pelestarian bagi spesies yang kini berstatus terancam punah.

Menurut data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) termasuk dalam kategori kritis, dengan populasi yang terus menurun akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal. Dewasa, spesies ini dapat mencapai berat hingga lebih dari 136 kilogram dan panjang tubuh hingga 2,4 meter, serta mampu berlari hingga kecepatan 64 kilometer per jam di alam liar. Upaya konservasi di kebun binatang ini menjadi bagian penting dari strategi global untuk menjaga keberlangsungan spesies tersebut.

Pihak pengelola kebun binatang, dipimpin oleh Ketua Ramona Bass, menyatakan bahwa kelahiran Barani dan Malu menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang. “Kami percaya bahwa dengan memperkenalkan anak-anak harimau ini kepada publik, mereka akan menjadi penggerak kesadaran akan pentingnya perlindungan satwa liar dan konservasi alam,” ujar Bass. Kedua ekor harimau akan secara bertahap diperkenalkan kepada masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya