Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Pemimpin Partai Kecoak Ditetapkan Tahanan karena Masuk Area Terlarang

Dua tokoh partai oposisi India ditahan selama lima hari karena masuk ke kawasan Jantar Mantar tanpa izin, setelah sempat mengibarkan bendera nasional di lokasi yang dilarang untuk unjuk rasa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 83x dibuka
Dua Pemimpin Partai Kecoak Ditetapkan Tahanan karena Masuk Area Terlarang📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dua petinggi Partai Kecoak India (Cockroach Janta Party) resmi menjalani masa tahanan yudisial selama lima hari setelah terjaring dalam operasi penertiban di kawasan Jantar Mantar, ibu kota Delhi. Kedua tokoh tersebut, Ashutosh Ranka dan Saurav Das, ditangkap pada Selasa (13/10) atas dugaan melanggar aturan larangan demonstrasi di kawasan pusat kota yang baru diberlakukan oleh kepolisian setempat.

Kepolisian Delhi sebelumnya mengumumkan bahwa Jantar Mantar tidak lagi menjadi lokasi resmi untuk aksi unjuk rasa, menanggapi meningkatnya gelombang protes dari kelompok oposisi dan gerakan daring. Penangkapan terjadi setelah rekaman video yang tersebar di media sosial menampilkan keduanya memanjat pagar penghalang, lalu berlari ke area terbuka dan mengibarkan bendera nasional India sebelum ditangkap oleh petugas.

Aksi tersebut merupakan bagian dari gelombang protes yang memburu pengunduran diri ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) India. Pihak-pihak yang menuntut perubahan menuduh KPU melakukan manipulasi daftar pemilih guna mendukung kepentingan partai berkuasa yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi. Namun, KPU India secara tegas membantah semua tuduhan tersebut dan menegaskan integritas proses pemilu nasional.

Pendiri Partai Kecoak India, Abhijeet Dipke, mengecam penahanan terhadap dua petingginya, menyebutnya sebagai bentuk represi terhadap kebebasan berpendapat. Ia menekankan bahwa kedua tokoh tersebut hanya dihukum karena mengibarkan bendera tiga warna di lokasi yang dilarang. "Tunjukkan keberanianmu, @narendramodi," tegasnya dalam pernyataan yang viral.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya