Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Beberkan Dampak Konflik Keluarga Akibat Isu Palestina

Ed Sheeran mengungkapkan perpecahan dengan sepupunya, Jethro Sheeran, akibat kebijakan mengekspulsikan Macklemore dari tur karena dukungan terhadap Palestina, sambil menyampaikan dampak emosional dan sosial dari konflik tersebut.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ed Sheeran Beberkan Dampak Konflik Keluarga Akibat Isu Palestina📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam pertunjukan The Loop Tour di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Ed Sheeran secara terbuka menyentil dinamika keluarga yang memanas akibat polemik politik di tengah tur dunianya. Ia menyebutkan bahwa hubungannya dengan sepupanya, Jethro Sheeran, telah terputus sejak insiden di mana sang kerabat mengunggah kritikan tajam di media sosial terkait keputusan mengeluarkan Macklemore dari daftar penampil. Ed menyatakan bahwa ia sudah lama tidak berkomunikasi dengan Jethro, menekankan jarak emosional yang kini melebar.

Kritik yang dilontarkan Jethro terhadap Ed mencakup tuduhan egoisme, kekejaman, serta penyalahgunaan pengaruh untuk menekan suara yang berbeda. Dalam unggahan Instagram dan wawancara dengan jurnalis Don Lemon, Jethro menyatakan rasa malu atas keterlibatan Ed dalam konflik, bahkan menyebut bahwa sang sepupu telah menghancurkan reputasi dan mempermainkan isu kesehatan mental secara publik. Ungkapan itu menjadi semakin intens setelah peristiwa di MetLife Stadium, September 2026, ketika Macklemore diusir dari panggung karena meneriakkan "free Palestine".

Keputusan itu tidak hanya memicu reaksi dari publik, tetapi juga memicu efek berantai di dunia musik. Seluruh musisi pembuka tur—termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan Beoga—mengundurkan diri secara kolektif sebagai bentuk protes terhadap praktik sensor yang dianggap melanggar kebebasan berekspresi. Beberapa dari mereka menyatakan bahwa mereka tidak ingin menjadi bagian dari sistem yang menekan suara kritis. Di sisi lain, Macklemore langsung mengumumkan akan menyumbangkan seluruh pendapatan dari penampilannya sebagai pembuka, senilai US$1 juta atau sekitar Rp17,73 miliar, kepada organisasi kemanusiaan yang mendukung Palestina.

Ed Sheeran menggambarkan situasi tersebut sebagai masa yang sangat menantang secara emosional. Ia mengungkapkan bahwa selain menghadapi tekanan dari pendukung Palestina, ia juga merasa ditinggalkan oleh teman dan keluarga dekat. Dalam sebuah momen di atas panggung, ia menyampaikan bahwa dalam kondisi seperti ini, seseorang benar-benar tahu siapa yang menjadi teman sejati. Ia menyebut bahwa banyak pihak menyarankan agar tur dibatalkan, namun keputusan tetap dijalani demi mempertahankan integritas dan prinsip.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya