Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Menolak Politisasi Musik dalam Kolaborasi U2

Bono mengungkap Ed Sheeran enggan terlibat dalam isu politik saat berkolaborasi dalam lagu U2 bertema perang Ukraina, menegaskan keinginan menjaga musik tetap netral.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Ed Sheeran Menolak Politisasi Musik dalam Kolaborasi U2📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ed Sheeran sempat menyampaikan keberatan saat diajak terlibat dalam proyek musik U2 yang mengangkat narasi perang di Ukraina. Dalam percakapan dengan Bono, penyanyi asal Inggris itu secara tegas menyatakan tidak ingin musiknya terlibat dalam ranah politik. Ungkapan tersebut muncul saat mereka menyiapkan lagu berjudul *Yours Eternally*, yang ditulis dari perspektif seorang prajurit Ukraina dan melibatkan musisi lokal Taras Topalia.

Bono kemudian menjelaskan bahwa prajurit yang menjadi inspirasi lagu itu justru sangat menghargai karya Sheeran. Namun, sang penyanyi tetap bersikukuh bahwa ia ingin menjaga karya seninya tetap bebas dari konteks politik. Ia menegaskan bahwa kebebasan artistik harus dihormati, termasuk hak setiap seniman untuk memilih sejauh mana terlibat dalam isu sosial. Pernyataan ini menjadi respons terhadap kontroversi yang melibatkan Sheeran dan rapper Macklemore, yang didepak dari tur konsernya karena mendukung Palestina.

Kritik pun muncul terhadap intervensi pemilik stadion dan promotor, termasuk Robert Kraft, yang diduga memengaruhi keputusan mengecualikan Macklemore dari tur. Drummer U2, Larry Mullen Jr., menyoroti ketidakadilan jika kekuasaan finansial dapat membatasi kebebasan berekspresi di atas panggung. Ia menekankan bahwa jika aturan semacam itu diterapkan secara konsisten, bandnya sudah tidak bisa tampil sejak era lagu *Sunday, Bloody Sunday*.

Dalam konsernya pada 19 September, Sheeran akhirnya menyampaikan posisinya secara langsung. Ia menegaskan bahwa dirinya bukan aktivis, tetapi menyadari bahwa situasi di Timur Tengah merupakan krisis kemanusiaan yang kompleks. Ia menggambarkan kekejaman yang terjadi di Gaza sebagai tidak dapat dibenarkan dan tidak proporsional, sekaligus menyoroti penderitaan warga Yahudi dan ketidakadilan sistemik di Tepi Barat.

Macklemore, yang didepak dari tur, menyumbangkan seluruh honor senilai US$1 juta untuk bantuan kemanusiaan Palestina. Ia juga mengajak Kraft untuk melakukan hal serupa, yang kemudian dibantah oleh sang pemilik stadion dengan menyatakan telah mendonasikan dana sebelumnya. Meski berbeda pendapat, semua pihak sepakat bahwa kebebasan berekspresi dalam seni harus dilindungi dari tekanan eksternal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya