Senin, 21 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ed Sheeran Soroti Kemanusiaan Gaza dalam Konser Pertama Pasca-Pemecatan Macklemore

Penyanyi asal Inggris Ed Sheeran menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi di Gaza dalam penampilan pertamanya setelah rapper Macklemore didepak dari tur, menekankan pentingnya keadilan dan kemanusiaan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 21 September 2026, 09.06 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Ed Sheeran Soroti Kemanusiaan Gaza dalam Konser Pertama Pasca-Pemecatan Macklemore📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ed Sheeran mengungkapkan perasaan terdalamnya terhadap krisis kemanusiaan di Gaza dalam konser pertamanya di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (19/9) waktu setempat. Ia menyebut kondisi yang terjadi sebagai “bencana yang tak dapat dibenarkan”, menekankan kehancuran besar dan hilangnya nyawa warga sipil, termasuk anak-anak. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks ketegangan pasca-pemecatan rapper Macklemore dari rangkaian Loop Tour karena dukungannya terhadap Palestina.

Sheeran menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam keputusan penggusuran Macklemore, namun menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya mendengarkan berbagai sudut pandang untuk memahami kompleksitas isu yang sedang berlangsung. Ia mengakui masih banyak yang perlu dipelajari, menyatakan secara terbuka bahwa “saya tidak cukup tahu” mengenai seluruh dinamika yang terjadi. Namun, ia menekankan pentingnya keberpihakan terhadap keadilan sistemik, khususnya di Tepi Barat, yang menurutnya tak boleh diabaikan.

Dalam kesempatan itu, Sheeran juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran penonton yang tetap mendukung, menekankan bahwa konser tetap menjadi ruang yang inklusif. Ia menekankan bahwa di atas panggung, semua orang—meski berbeda pandangan—dapat bersatu melalui musik. “Semua orang di sini bisa berdiri bersama orang-orang yang tidak mereka setujui, tetapi tetap sepakat menyanyikan lagu-lagu ini,” ujarnya sebelum memulai pertunjukan.

Pemecatan Macklemore oleh promotor Messina Touring Group terjadi setelah penampilannya di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September. Keputusan itu memicu gelombang protes, dengan sejumlah musisi pembuka—termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan band pendamping Beoga—memilih mundur dari tur. Tekanan dari pemilik Stadion Gillette, Robert Kraft, yang mengancam membatalkan konser Sheeran jika Macklemore tetap tampil, menjadi faktor krusial dalam keputusan tersebut. Kraft menilai retorika Macklemore melukai komunitas Yahudi.

Sheeran mengakui tekanan dari pemilik venue sebagai pemicu utama penggusuran, meski menegaskan dirinya tetap berusaha menjaga netralitas panggung musik. Ia menyebut bahwa perbincangan dengan Macklemore berjalan sulit, namun tetap penuh rasa hormat. Sementara itu, Macklemore mengumumkan rencana menyumbangkan satu juta dolar AS dari pendapatan tur kepada organisasi yang mendukung masyarakat Palestina, menegaskan komitmen kemanusiaan yang ia pegang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya