Selasa, 13 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Edukasi Anti Narkoba dan HIV untuk Pelajar SMP Kolaka

Program edukasi bersama Vale Indonesia di Kolaka menekankan pencegahan narkoba dan HIV sejak dini melalui penyampaian fakta ilmiah kepada pelajar SMP.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 15.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kabupaten Kolaka bersinergi dengan Vale Indonesia dalam program edukasi kesehatan untuk siswa SMP, dengan fokus pada pencegahan penyebaran narkoba dan HIV/AIDS. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung di tiga sekolah menengah pertama di wilayah tersebut, melibatkan lebih dari 300 peserta didik. Fokus utama disampaikan melalui paparan ilmiah tentang bahaya narkoba dan mekanisme penularan HIV, yang disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber menekankan pentingnya kesadaran dini terhadap risiko kesehatan reproduksi dan dampak jangka panjang dari penyalahgunaan zat terlarang. Materi disampaikan tanpa stigma, mengedepankan pendekatan berbasis fakta dan data ilmiah. Seluruh kegiatan dirancang untuk mengurangi anggapan salah yang sering berkembang di kalangan remaja, seperti anggapan bahwa penggunaan narkoba tidak berdampak serius atau bahwa HIV hanya menyerang kelompok tertentu.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak usia muda. Ia mengaku kini lebih waspada terhadap ajakan-ajakan yang bisa mengarah pada penyalahgunaan zat. Program ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya secara terbuka, tanpa rasa takut atau malu, tentang topik yang selama ini dianggap sensitif.

Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan generasi muda yang berdaya tahan terhadap pengaruh negatif, khususnya narkoba dan penyakit menular seksual. Dengan peningkatan literasi kesehatan, diharapkan terjadi penurunan angka kasus baru HIV dan penggunaan narkoba di kalangan remaja di masa depan. Kolaborasi antara perusahaan dan pemerintah daerah ini menjadi contoh konkret pencegahan berbasis pendidikan yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya