Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Tantangan Global
Pemerintah melaporkan kondisi ekonomi makro Indonesia tetap stabil dan resilien, dengan defisit APBN dipertahankan di 2,85% PDB, sementara inflasi inti terkendali di 2,8% hingga September 2026.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 68x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tekanan global yang belum mereda. Dalam rapat koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Kepresidenan, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa perekonomian makro tetap terkendali, termasuk dalam hal transaksi dan stabilitas fiskal. Laporan ini menjadi dasar bagi kebijakan fiskal yang berkelanjutan hingga akhir tahun.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempertahankan belanja negara pada level yang lebih tinggi dibandingkan kuartal empat tahun sebelumnya. Langkah ini diharapkan mendorong aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat, khususnya melalui penyaluran bantuan sosial dan pangan yang telah berjalan sejak awal kuartal keempat. Dengan peningkatan pengeluaran pemerintah, diharapkan konsumsi domestik dan layanan publik dapat tumbuh secara seimbang.
Defisit anggaran tetap dipertahankan pada angka 2,85% terhadap PDB, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pemerintah menilai angka ini sebagai batas aman yang dapat dipertahankan tanpa mengganggu stabilitas fiskal jangka panjang. Kebijakan ini menjadi fokus utama hingga akhir tahun, dengan penekanan pada efisiensi dan akuntabilitas penggunaan dana.
Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan inflasi inti masih berada pada level 2,8% pada bulan September, menunjukkan tekanan harga yang terkendali. Namun, inflasi pangan atau volatile food mencapai 5%, yang menjadi perhatian khusus. Gubernur BI menegaskan sinergi dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan dan melindungi daya beli masyarakat. BI juga memastikan kestabilan nilai tukar rupiah melalui intervensi pasar, termasuk di pasar spot, NDF, dan DNDF, serta insentif biaya hedging.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan komitmen untuk melanjutkan reformasi pasar modal dengan fokus pada transparansi, likuiditas, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran seperti coordinated trading. Ketua OJK menekankan pentingnya enforcement yang konsisten untuk menciptakan lingkungan investasi yang adil dan terpercaya, sehingga menarik minat investor domestik maupun asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Harga emas batangan Antam turun Rp10 ribu menjadi Rp2,540 juta per gram pada perdagangan Jumat, 23 Oktober.
24 Oktober 2026

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Investor global mendesak MSCI menjelaskan alasan ancaman penurunan kasta pasar modal Indonesia, menekankan perlunya transparansi dan penindakan nyata terhadap manipulasi pasar.
24 Oktober 2026

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat tinggi di Kemenkeu, termasuk pengganti sekretaris jenderal yang sebelumnya dijabat Robert Leonard Marbun.
24 Oktober 2026

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Pemerintah mempercepat program E50 sebagai langkah strategis mengurangi ketergantungan impor bensin dalam lima tahun ke depan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

<Korea Utara dan Ancaman Invasi: Realitas atau Simulasi Game?>
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.05 WITA

