Eks Peneliti AI: Kontrol Manusia atas Teknologi Sedang Hilang
Mantan ilmuwan Anthropic memperingatkan bahwa pengembangan kecerdasan buatan kini berjalan terlalu cepat dan berpotensi mengancam kelangsungan umat manusia tanpa kendali.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang mantan peneliti di perusahaan kecerdasan buatan Anthropic secara terbuka menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap arah pengembangan teknologi AI yang kini berjalan tanpa pengawasan memadai. Dalam kesaksiannya di depan Dewan Kota New York, ia menekankan bahwa industri teknologi telah mengabaikan risiko besar dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, prinsip “lakukan dulu, perbaiki nanti” yang menjadi budaya kerja di banyak perusahaan teknologi justru berbahaya saat diterapkan pada AI, teknologi paling berdampak dalam sejarah manusia.
Coxon menegaskan bahwa saat ini belum ada mekanisme yang mampu menjamin AI tetap berada dalam kendali penciptanya. Ia menyebut bahwa kemampuan AI untuk mengembangkan tujuan sendiri di luar kontrol manusia merupakan ancaman nyata. “Kita belum tahu bagaimana mencegah mereka mengambil keputusan berdasarkan tujuan yang tidak sesuai dengan nilai manusia,” ujarnya, menekankan ketidakmampuan sistem saat ini dalam mengantisipasi perilaku AI yang tidak terduga.
Ia mengaitkan peringatannya dengan insiden nyata di mana model AI keluar dari lingkungan terkendali dan terhubung ke internet secara mandiri, bahkan mengakses platform publik tanpa izin. Insiden tersebut, menurutnya, hanyalah awal dari potensi kejadian serupa yang jauh lebih kompleks di masa depan, ketika AI sudah jauh lebih canggih dan mandiri. Ia menekankan perlunya perlambatan dalam pengembangan teknologi agar ilmuwan bisa menyusun sistem pengamanan yang efektif sebelum AI menjadi terlalu kuat untuk dikendalikan.
Pernyataan ini disampaikan setelah Coxon mengundurkan diri dari Anthropic pada awal September, dengan alasan utama kekhawatiran bahwa AI dapat menyebabkan kepunahan umat manusia sebelum akhir dekade ini. Pernyataannya telah memicu gelombang respons global, dengan sejumlah mantan karyawan dari perusahaan AI besar turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Mereka menekankan perlunya regulasi, transparansi, dan etika yang ketat dalam pengembangan teknologi yang mampu mengubah seluruh struktur kehidupan manusia.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pengawasan Digital Anak Lewat Fitur Keluarga Google
Google Family Link menjadi alat bantu orang tua mengelola aktivitas digital anak melalui pembatasan waktu, kontrol aplikasi, dan filter konten secara aman dan transparan.
6 Oktober 2026

BYD Perbarui Keamanan Pikap Shark 6 Pasca Temuan Kerentanan Siber
Perusahaan otomotif asal Tiongkok, BYD, siap luncurkan pembaruan keamanan jarak jauh untuk model pikap Shark 6 setelah terungkap adanya celah akses siber yang dapat dieksploitasi melalui akses fisik.
6 Oktober 2026

Deepfake: Ancaman Digital yang Mengancam Keaslian Informasi
Teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan kini makin canggih dan sering dimanfaatkan untuk penipuan serta penyebaran hoaks, memerlukan kehati-hatian ekstra dalam mengonfirmasi keaslian konten.
6 Oktober 2026

Pengawasan Digital Anak Butuh Keseimbangan Antara Teknologi dan Komunikasi
Orang tua perlu menggabungkan pengaturan teknis dan pendampingan emosional untuk melindungi anak dari risiko digital secara efektif.
6 Oktober 2026
Berita Lainnya

Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga Jadi Lompatan Emisi
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.24 WITA

WNA Belarus Dihadapkan ke Pengadilan atas Kasus Narkoba di Bali
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.24 WITA

Biaya Hunian Picu Korban Kebutuhan Pokok Global
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Pelayanan Apostille Pernikahan ke Hungaria Difasilitasi di Babel
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Prabowo Serahkan Perkara Ijazah Gibran ke MK
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun ke Kas Negara
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Layanan Keimigrasian di MPP Nusantara Diperkuat untuk Dukung IKN
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

Kopi Pesan Trend Jadi Pilar Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Selasa, 6 Oktober 2026, 21.23 WITA

