Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekspor Batu Bara dan Nikel Dorong PNBP Minyak Bumi Naik

Nilai ekspor batu bara dan nikel Indonesia melonjak hingga akhir 2026, mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor mineral mencapai Rp 165 triliun, melampaui target awal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 17x dibuka
Ekspor Batu Bara dan Nikel Dorong PNBP Minyak Bumi Naik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pendapatan negara dari sektor mineral dan batu bara diperkirakan mencapai Rp 165 triliun pada akhir tahun 2026, melampaui target awal sebesar Rp 133,63 triliun. Angka ini didukung kenaikan nilai ekspor batu bara dari US$ 21 miliar pada periode Januari-September 2025 menjadi US$ 23,71 miliar dalam periode yang sama tahun ini. Meski volume ekspor turun dari 374 juta ton menjadi 343 juta ton, kenaikan harga global mampu menopang kenaikan pendapatan secara signifikan.

Pemaparan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Ia menekankan bahwa pertumbuhan pendapatan terjadi meski produksi batu bara mengalami penyesuaian sesuai kebijakan pemerintah. Dengan realisasi PNBP hingga Januari-Oktober 2026 mencapai Rp 127,74 triliun atau 98,42% dari target, proyeksi akhir tahun menunjukkan surplus sekitar Rp 30 triliun dibandingkan target awal.

Di sisi lain, ekspor nikel juga menunjukkan tren positif. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor nikel mencapai US$ 24,55 miliar, naik dari US$ 21,22 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menjadi kontribusi penting dalam pencapaian target PNBP dan mendukung kinerja fiskal negara, khususnya dalam menopang defisit anggaran serta pembiayaan subsidi bahan bakar minyak.

Pemerintah menilai capaian ini sebagai bukti efektivitas kebijakan hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Dengan pendapatan yang meningkat meski volume ekspor turun, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi sektor energi dan mineral di tengah dinamika pasar global. Capaian ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pemulihan fiskal dan penguatan posisi ekonomi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya