Ekspor Mobil Indonesia Turun 22,7% di September 2026
Ekspor mobil Indonesia pada September 2026 turun 22,7% dibanding Agustus, mencapai 33.888 unit, meski secara tahunan masih menunjukkan penurunan lebih kecil.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Produksi ekspor mobil Indonesia pada bulan September 2026 mencatat penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan jumlah pengiriman mencapai 33.888 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 22,7% dibandingkan realisasi Agustus yang berada di level 43.825 unit, menandakan perlambatan dalam aktivitas ekspor kendaraan utuh atau CBU. Penurunan ini terjadi meskipun sejumlah pabrikan tetap mempertahankan volume ekspor yang stabil dalam periode tahunan.
Perbandingan tahunan menunjukkan tren penurunan yang lebih dalam, dengan ekspor September 2025 mencapai 47.321 unit, sehingga penurunan terhadap periode yang sama tahun ini mencapai 28,4%. Namun, jika dilihat secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, penurunan ekspor mobil CBU tercatat lebih moderat, hanya 2,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Total ekspor mobil CBU selama sembilan bulan pertama 2026 tercatat sebesar 371.260 unit, sedangkan periode yang sama di 2025 mencapai 381.644 unit.
Di sisi lain, ekspor dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) menunjukkan pertumbuhan positif, tumbuh 24,5% menjadi 56.843 unit pada periode Januari–September 2026. Sementara itu, ekspor komponen kendaraan meningkat signifikan sebesar 32,2% dengan volume mencapai lebih dari 142 juta unit. Hal ini menunjukkan pergeseran arus ekspor dari produk akhir ke komponen dan perakitan terkendali.
Toyota tetap menjadi pemimpin ekspor mobil dari Indonesia dengan total pengiriman 130.582 unit, disusul Daihatsu dengan 95.368 unit dan Mitsubishi Motors dengan 84.971 unit. Sementara itu, sembilan merek utama yang berkontribusi terhadap ekspor mobil Indonesia hingga September 2026, urutan peringkatnya tetap konsisten, dengan Hyundai, Suzuki, Honda, Isuzu, Wuling, dan Hino mengisi posisi berikutnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

