Ekspor Nikel RI Targetkan US$45 Miliar Tahun 2026
Pemerintah menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai US$45 miliar pada 2026, meningkat dari US$40 miliar di 2025, sebagai bagian dari strategi hilirisasi sumber daya alam.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 15.49 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen memperkuat posisi Indonesia di pasar global komoditas dengan menetapkan target ekspor nikel mencapai US$45 miliar pada tahun 2026. Target ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang telah melampaui US$40 miliar. Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi nilai tukar Rp17.900 per dolar AS, setara dengan sekitar Rp805,52 triliun. Pernyataan ini disampaikan dalam kesempatan pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Tangerang, oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi kebijakan hilirisasi yang telah diterapkan sejak penghentian ekspor bijih nikel. Dari tahun 2017–2018, nilai ekspor nikel hanya sebesar US$3,3 miliar, atau sekitar Rp59,07 triliun, tetapi kini telah melonjak tajam. Perkembangan ini didorong oleh pembangunan ekosistem industri pengolahan mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan baterai kendaraan listrik dan produksi battery pack di dalam negeri.
Bahlil menekankan bahwa pengalaman sektor nikel menjadi contoh nyata penerapan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Ia menyatakan bahwa tujuan jangka panjang pemerintah adalah mencapai nilai hilirisasi nasional sebesar US$618 miliar pada tahun 2040, yang mencakup tidak hanya mineral dan batu bara, tetapi juga minyak dan gas, kehutanan, perikanan, dan pertanian. Dengan demikian, Indonesia diharapkan tak lagi hanya mengekspor bahan baku, melainkan produk olahan yang memiliki daya saing tinggi.
Ia juga menyampaikan bahwa upaya menciptakan nilai tambah tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi kemandirian ekonomi nasional. Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat. Meskipun ada gugatan dari sejumlah negara Eropa ke WTO terkait kebijakan nikel, pemerintah tetap berkomitmen untuk memperluas hilirisasi di berbagai sektor sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi Indonesia di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

