Selasa, 6 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ekspor Perdana Ubur-Ubur Kabaena-Bombana Capai 63 Ton ke Tiongkok

Produk ubur-ubur dari Kabaena dan Bombana berhasil diekspor perdana ke Tiongkok dengan volume 63 ton, menandai langkah strategis dalam pengembangan ekonomi berbasis sumber daya laut daerah.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 6 Oktober 2026, 17.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka

Kendari, ıNarasikita - Produksi ubur-ubur dari wilayah Kabaena dan Bombana, Sulawesi Tenggara, sukses menembus pasar internasional dengan ekspor perdana ke Tiongkok sebanyak 63 ton. Kegiatan ini menjadi bukti nyata transformasi sektor perikanan berbasis sumber daya laut yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Proses ekspor dilakukan melalui jalur logistik yang telah disiapkan secara khusus untuk memenuhi standar sanitasi dan kualitas internasional.

Kerja sama antara petani ubur-ubur lokal, pemerintah daerah, dan mitra perdagangan telah memastikan produk yang diekspor memenuhi persyaratan teknis dan hukum di negara tujuan. Selain menunjang pendapatan daerah, ekspor ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di sektor perikanan dan logistik. Dengan volume yang mencapai 63 ton, ekspor perdana ini menjadi tonggak penting dalam diversifikasi produk unggulan daerah.

Pemerintah setempat menyatakan bahwa ekspor ini merupakan hasil dari sinergi kebijakan pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan dan dukungan infrastruktur pendukung. Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat sektor perikanan nasional melalui ekspor komoditas hasil tangkapan dan budidaya. Target ke depan adalah meningkatkan volume ekspor dan memperluas pasar ke negara-negara Asia Timur dan Eropa.

Dengan ekspor perdana ini, daerah di Sulawesi Tenggara menunjukkan potensi besar dalam menjadikan ubur-ubur sebagai komoditas ekspor strategis. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tetapi juga membuka peluang investasi dan kolaborasi internasional di sektor kelautan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya