El Nino 2024 Berpotensi Pecahkan Rekor Milenial
Fenomena El Nino tahun ini diperkirakan mencapai intensitas tertinggi dalam 1.000 tahun terakhir, dengan suhu laut Pasifik melampaui rekor 2015, berdampak pada cuaca ekstrem dan ancaman pangan global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik telah melampaui angka 3,05 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991–2020, menandai lonjakan terbesar dalam sejarah pemantauan. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rekor sebelumnya yang dicatat pada akhir 2015, saat mencapai 3,02 derajat Celsius. Data ini dikumpulkan dari pemantauan berkelanjutan oleh Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), dan menjadi indikator utama kekuatan El Nino saat ini.
Pengukuran lain, yakni Indeks Niño 3.4, juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, berada hanya 0,01 derajat Celsius di bawah rekor 2015. Meskipun selisihnya kecil, kenaikan ini menunjukkan bahwa El Nino saat ini berada di ambang kondisi super, yang biasanya terjadi ketika anomali suhu melebihi 2 derajat Celsius. Proyeksi dari 14 model iklim menunjukkan bahwa pada November dan Desember 2024, suhu bisa mencapai sekitar 4 derajat Celsius di atas rata-rata, sebuah angka yang belum pernah tercatat dalam satu milenium terakhir.
Dampak dari pemanasan ekstrem ini sudah mulai terasa di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, kekeringan memicu kebakaran hutan yang melampaui rekor sebelumnya, sementara kualitas udara menurun hingga mencapai tingkat berbahaya bagi kesehatan. Di India, penurunan curah hujan monsun mengancam produksi pangan, sementara di Amerika Tengah dan Karibia, kekeringan menyebabkan gagal panen. Program Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa dampak El Nino bisa mendorong hingga 50 juta orang mengalami kelaparan akut.
Para ilmuwan menekankan bahwa El Nino bukan hanya fenomena alam biasa, tetapi berinteraksi dengan pemanasan global yang disebabkan aktivitas manusia. Profesor Friederike Otto dari Imperial College London menegaskan bahwa meskipun El Nino bersifat sementara, kejadian ini terjadi pada suhu dasar Bumi yang terus naik akibat emisi karbon. Akibatnya, ekstrem cuaca yang terjadi—baik panas ekstrem, kekeringan, maupun hujan deras—menjadi lebih intens dan berdampak lebih luas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

5 Fitur Keamanan Grab Wajib Dipahami Pengguna
Grab menyediakan lima fitur keamanan utama yang bekerja otomatis dan dapat diakses langsung untuk melindungi penumpang selama perjalanan.
24 September 2026
Objek Mysterious Muncul di Langit Teheran, Warga Heboh dan Media Sosial Viral
Sebuah objek terbang misterius terlihat di langit Teheran pada malam 20 September, terekam warga dan memicu spekulasi luas, meski belum ada penjelasan resmi dari otoritas setempat.
24 September 2026

Ramadan 2027 Diprediksi Dimulai 8 Februari, Idul Fitri Berpotensi Berbeda Hari
Perhitungan astronomi menunjukkan Ramadan 1448 H diproyeksikan dimulai pada 8 Februari 2027, namun Idul Fitri berpotensi berbeda satu hari antar kriteria.
24 September 2026

Serangan Drone Rusia Tewaskan Dua di Pusat Kyiv
Serangan drone Rusia di pusat Kyiv menewaskan dua warga dan melukai 25 lainnya, sehari setelah Zelensky menyatakan kesiapan berdialog dengan Putin.
24 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Kamis, 24 September 2026, 09.17 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

