Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Emas 6 Kg Raib Saat Renovasi Rumah

Seorang warga Jakarta Barat kehilangan emas seberat 6 kg yang dikubur di dapur rumahnya setelah direnovasi, lalu dicuri pekerja kontraktor yang menjualnya secara ilegal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.23 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 131x dibuka
Emas 6 Kg Raib Saat Renovasi Rumah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada tahun 1958, seorang warga asal Cideng, Jakarta Barat, menyimpan emas seberat 6 kg dengan menyimpannya secara rahasia di dalam rumah. Emas tersebut terdiri dari tiga batang besar, dua keping, serta sejumlah koin kuno dari zaman China, semua dimasukkan ke dalam botol bekas dan dikubur sekitar 40 cm di area dapur. Tujuannya adalah untuk dijadikan aset di masa tua, sebagaimana diungkapkan oleh pemiliknya dalam wawancara tahun 1969.

Keselamatan emas itu ternyata tidak terjaga saat rumah mengalami renovasi besar pada tahun 1969. Meski sang pemilik meminta agar area dapur diawasi ketat oleh para pekerja, kontraktor lupa memberi tahu para kuli bahwa zona tersebut akan dibuka. Setelah pekerjaan selesai, seluruh isi kuburan emas telah lenyap tanpa jejak. Kerugian yang ditimbulkan sangat besar, terutama jika dilihat dari nilai emas saat itu, yang mencapai Rp 2,9 juta untuk total 6 kg. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp 11 miliar jika dihitung dengan harga emas hari ini.

Ketika kejadian dilaporkan ke polisi, tim keamanan berhasil menangkap lima orang pekerja, termasuk Tasmah, salah satu yang terlibat langsung dalam penjualan emas. Tasmah mengaku telah menjual emas tersebut ke toko emas di Senen dan membagi hasilnya kepada 14 rekan kuli. Namun, pembagian tidak adil—sebagian besar hanya mendapat Rp 100 hingga Rp 7 ribu, sementara Tasmah sendiri memperoleh Rp 50 ribu. Ia juga menipu rekan-rekannya dengan mengatakan emas hanya laku Rp 400 per gram, padahal nilai pasar sebenarnya mencapai Rp 560 per gram, dengan selisihnya disimpan untuk dirinya sendiri.

Polisi kemudian berhasil menyita sebagian besar emas yang telah dijual dan menuntaskan kasus ini. Kejadian ini menjadi peringatan nyata tentang pentingnya keamanan dalam menyimpan aset bernilai tinggi, terutama saat melibatkan pihak ketiga seperti pekerja konstruksi. Kehilangan emas yang disimpan secara tidak aman dapat berujung pada kerugian finansial besar dan kekecewaan mendalam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya