Emas Antam Naik Jadi Rp2,565 Juta per Gram
Harga emas batangan Antam mengalami kenaikan tipis menjadi Rp2,565 juta per gram pada Jumat, 16 Oktober, dengan selisih jual-beli mencapai Rp190 ribu per gram.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 142x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Jumat (16/10), dengan harga dasar per gram mencapai Rp2,565 juta. Kenaikan ini tercatat sebesar Rp4 ribu dibandingkan posisi kemarin, Kamis (15/10), yang berada di level Rp2,561 juta per gram. Peningkatan ini menunjukkan dinamika pasar yang terus bergerak sesuai fluktuasi global dan permintaan domestik.
Di sisi lain, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan, kini berada di angka Rp2,375 juta per gram, naik Rp5 ribu dari hari sebelumnya. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback saat ini berada pada kisaran Rp190 ribu per gram, mencerminkan margin yang tetap stabil di tengah pergerakan harga.
Selain Antam, harga emas dari merek lain juga tercatat berbeda. BSI Gold dijual dengan harga dasar Rp2,466 juta per gram, sementara emas Galeri24 dibanderol Rp2,509 juta per gram, dan emas UBS berada di level Rp2,533 juta per gram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kebijakan distribusi, biaya operasional, serta kebijakan pembelian kembali dari masing-masing perusahaan.
Pergerakan harga emas ini juga mencerminkan konsistensi pada tren pasar logam mulia yang masih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, dan sentimen investor terhadap aset safe haven. Meskipun kenaikan bersifat kecil, hal ini tetap menjadi perhatian bagi masyarakat yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
BRI resmi luncurkan program buyback saham tahap kedua senilai maksimal Rp1 triliun, berlangsung hingga Januari 2027, dengan tetap jaga kesehatan permodalan dan kepercayaan pemegang saham.
24 Oktober 2026

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026) menyusul koreksi tajam saham teknologi AS akibat kekhawatiran pendanaan infrastruktur kecerdasan buatan.
24 Oktober 2026

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan naik 1,12% ke level 5.387,90 didorong kenaikan saham unggulan dan ekspansi bisnis emiten, meski investor asing catatkan penjualan bersih besar.
24 Oktober 2026

IHSG Awal Perdagangan Naik 0,18% ke 5.397
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat 0,18% ke level 5.397, didorong sentimen domestik dan dinamika pasar global.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Rupiah Melemah Tipis di Awal Pekan, Tekanan Global Masih Menghantui
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp50,63 Triliun dan Realisasi Buyback 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

50 Juta Warga Belum Punya Rekening, Pemerintah Siapkan Solusi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

DSN MUI Ungkap Dua Aset Kripto Berpotensi Halal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Volvo Percepat Efisiensi, PHK 2.500 Karyawan Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.02 WITA

Tiga Tokoh Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.01 WITA

PLN Nusantara Power dan Eco Prima Jadi Pemenang Energi Subroto 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.01 WITA

