Empat Mahasiswa Baru Telkom University Ditetapkan Pelaku Bullying
Pihak kampus mengonfirmasi penambahan jumlah terduga pelaku bullying mahasiswa baru menjadi empat orang setelah hasil pemeriksaan internal dan sidang terkait kasus tersebut.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 12.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Telkom University telah menetapkan empat mahasiswa baru angkatan 2026 sebagai terduga pelaku dalam kasus perundungan yang sempat viral di media sosial. Keputusan ini diambil setelah proses pemeriksaan internal yang melibatkan pimpinan kampus serta Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Proses tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelaku dari tiga menjadi empat orang, sementara satu mahasiswa lainnya dinyatakan sebagai korban.
Seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku maupun korban, dikonfirmasi berasal dari angkatan 2026, menunjukkan bahwa insiden terjadi dalam periode awal masa studi. Kampus menegaskan bahwa keputusan ini berdasarkan hasil verifikasi dan pendalaman yang dilakukan secara mendalam, tanpa mengungkapkan identitas secara rinci. Pihak kampus menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan proses hukum internal sambil tetap menjamin perlindungan terhadap korban.
Rektor Telkom University menegaskan komitmen institusi untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan berintegritas. Upaya pencegahan kekerasan akan diperkuat secara berkelanjutan melalui sosialisasi, pelatihan, dan penegakan aturan yang tegas. Tujuan utamanya adalah membentuk generasi muda yang unggul secara akademik, berkarakter, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kasus ini bermula dari beredarnya video yang menampilkan aksi perundungan terhadap seorang mahasiswa baru, termasuk ancaman dengan semburan api dari korek api yang dinyalakan ke arah seprei. Aksi tersebut menimbulkan kegaduhan publik dan menuntut respons cepat dari pihak kampus. Dalam pernyataan resminya, kampus menyatakan bahwa motif perundungan bukanlah bentuk dendam pribadi, melainkan hasil dari dinamika sosial yang perlu ditangani secara komprehensif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Aktris Selma Blair Didaftarkan atas Tuduhan Kekerasan di Bandara JFK
Aktris Selma Blair didakwa dua kali atas tindakan kekerasan terhadap petugas polisi dan tenaga medis setelah insiden di pesawat dan saat dibawa ke rumah sakit, dengan pengacara menyebut kondisi kesehatan sebagai faktor utama.
13 Oktober 2026
Siswa 14 Tahun Tembak Kepala Sekolah di Marseille
Seorang pelajar berusia 14 tahun menembak kepala sekolah dan staf perempuan di sekolah menengah Marseille, Prancis, menyebabkan keduanya luka namun tidak mengancam jiwa.
13 Oktober 2026

Indonesia Kecam Serangan Bandara Saudi, Desak Hentikan Aksi Kekerasan
Indonesia mengecam tajam serangan ke bandara Saudi yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang, serta mendesak semua pihak menghentikan kekerasan dan mengedepankan diplomasi.
13 Oktober 2026

Sumber Dana Milisi Houthi Terungkap dari Pajak dan Perdagangan Ilegal
Milisi Houthi Yaman mendapatkan pendapatan signifikan dari pajak, bea cukai, dan perdagangan minyak ilegal, mencapai hampir US$2,5 miliar per tahun, dengan dukungan Iran dan aktivitas ekonomi paralel di wilayah yang dikuasai.
13 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si, Pimpin Universitas Halu Oleo 2026-2030
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.56 WITA

Cakatinding Siap Jadi Identitas Budaya dan Wisata NTT
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.22 WITA

Taylor Swift Pecahkan Rekor 100 Minggu di Puncak Billboard 200
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.21 WITA

Verdonk Siap Lawan Saka di Laga Arsenal vs Lille
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Lima Laga Berat Wakil Indonesia di Babak Pertama Denmark Open 2026
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.10 WITA

Laga Kunci Liga Champions Malam Ini Sajikan Duel Besar
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Proyek Perluasan Kediaman Putin di Sochi Terungkap Melalui Dokumen dan Iklan Pekerja
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.09 WITA

Thailand Percepat Pensiun Dini PNS untuk Kurangi Beban Anggaran
Selasa, 13 Oktober 2026, 12.08 WITA

