Sabtu, 3 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat Pabrik Toyota di Thailand Berhenti Sementara Akibat Banjir

Banjir parah di Thailand memaksa Toyota menghentikan sementara empat pabrik, termasuk tiga milik anak perusahaan dan satu fasilitas patungan, akibat gangguan pasokan komponen.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 3 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Empat Pabrik Toyota di Thailand Berhenti Sementara Akibat Banjir📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Empat fasilitas produksi milik Toyota di Thailand kini berhenti beroperasi sementara, menyusul meluasnya banjir yang mengganggu rantai pasok komponen. Operasi terhenti di tiga pabrik milik unit Toyota di Thailand serta satu pabrik milik perusahaan patungan, Toyota Auto Works. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyusul kondisi darurat yang melanda wilayah ibu kota dan sejumlah provinsi di sekitarnya. Perusahaan belum memperkirakan kapan produksi dapat kembali normal, namun menegaskan sedang berkoordinasi intensif dengan para pemasok untuk memulihkan aliran komponen.

Banjir yang melanda Bangkok dan wilayah sekitarnya dipicu hujan lebat dalam tiga hari terakhir, dengan curah hujan mencapai 320 milimeter—setara dengan total curah hujan rata-rata di seluruh bulan September. Pemerintah Thailand menetapkan ibu kota sebagai zona terdampak bencana, sementara Kementerian Dalam Negeri melaporkan setidaknya 24 korban jiwa dan 44 dari 77 provinsi terdampak. Data terbaru dari juru bicara pemerintah menyebut jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 40 orang, dengan penanganan air banjir dilakukan melalui kanal-kanal yang dibuka untuk mengurangi tekanan di kawasan perkotaan.

Kondisi darurat masih berlanjut di 32 provinsi, termasuk di wilayah timur laut dan utara yang diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga akhir pekan depan. Dampaknya terasa di sektor transportasi, terutama di Bandara Suvarnabhumi, yang sempat mengalami gangguan besar. Banyak staf tidak bisa masuk kerja, bagasi menumpuk, dan ratusan penerbangan dibatalkan. Pemerintah pun membentuk pusat komando untuk memantau perkembangan situasi secara real-time dan mengevaluasi langkah penanganan.

Meski produksi Toyota di Thailand terganggu, otoritas menilai dampaknya belum menyebar luas ke sektor manufaktur secara menyeluruh. Asisten Gubernur Bank of Thailand menyebut dampak mulai dirasakan di sektor jasa, ritel, grosir, dan konstruksi. Namun, tidak ada laporan tentang gangguan produksi di luar Thailand, berbeda dengan peristiwa 2011 saat banjir besar menghentikan operasi pabrik di lima negara. Pada masa itu, produksi di Indonesia, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Afrika Selatan juga terdampak karena ketergantungan pada pasokan dari Thailand.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya